Melihat Kembali Sejarah MK Pernah Mendiskualifikasi Paslon di Pemilu

Jumat, 14 Juni 2019 05:00 Reporter : Desi Aditia Ningrum
Melihat Kembali Sejarah MK Pernah Mendiskualifikasi Paslon di Pemilu Gedung Mahkamah Konstitusi. ©2018 Liputan6.com/Immanuel Antonius

Merdeka.com - Hari ini Mahkamah Konstitusi (MK) akan menggelar sidang perdana sengketa Pilpres 2019, Jumat (14/6). Sengketa ini diajukan oleh pasangan capres-cawapres nomor 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno atas kemenangan Joko Widodo ( Jokowi)- Ma'ruf Amin. Pasangan nomor 01 dianggap melakukan kecurangan secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) sehingga digugat ke MK.

Salah satu tuntutan Prabowo-Sandi menginginkan supaya MK membatalkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf. Sehingga pemohon berharap tuntutan itu dikabulkan.

Dalam sejarah, MK pernah membuat putusan membatalkan kemenangan pasangan calon setelah paslon dimenangkan oleh KPU. Namun, kasusnya adalah pemilihan kepala daerah atau Pilkada. Seperti putusan MK tentang sengketa Pilkada 2010 di Kotawaringin Barat atau Kobar.

Pembatalan itu disahkan lantaran pemenang Pilkada Kobar terbukti melakukan kecurangan TSM. Sepanjang sejarah sengketa Pemilu, baru Pilkada Kobar yang dibatalkan kemenangannya oleh MK. Hingga saat ini belum ada lagi pemenang yang didiskualifikasi MK.

Berikut ulasan mengenai Pilkada Kobar yang dibatalkan MK:

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini