Megawati ke Pembullynya: Kalau di Tempat Sama Belum Tentu Dia Bisa

Sabtu, 31 Oktober 2020 18:35 Reporter : Ahda Bayhaqi
Megawati ke Pembullynya: Kalau di Tempat Sama Belum Tentu Dia Bisa Megawati di rapat DPP PDIP online. ©2020 sumber foto: dokumen DPP PDIP

Merdeka.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri heran dengan orang yang menyerang Presiden Joko Widodo. Bahkan, dia mengaku ketika menjabat sebagai presiden juga banyak pihak yang membullynya.

"Bayangkan loh pak Jokowi susah susah untuk jalankan begini, aku juga pernah jadi presiden kelima, dibully bully aku tuh sampe mikir," katanya dalam Rakorbidnas Kebudayaan PDIP secara virtual, Sabtu (31/10).

Menurut Presiden Kelima RI ini, pihak yang membully belum tentu bisa bekerja lebih baik jika diberikan kesempatan yang sama.

"Padahal kalau dia mungkin disuruh di tempat yang sama belum tentu dia bisa, ini kan persoalan sekarang," ujar Megawati.

Lantas, ia menyinggung banyak orang bernafsu menjadi kepala daerah. Tetapi dengan cara-cara tidak benar. Misalnya politik uang.

"Semua kepingin jadi kepala daerah, bayar dibayar, aduh gila juga deh," imbuhnya.

Megawati mengutip data dari Kompas. Kata dia kekayaan pribadi anggota partai Gerindra berada di nomor satu, kedua Golkar, baru PDIP.

Dia pun mempertanyakan sumber kekayaan tersebut. Apakah dapat dipertanggungjawabkan atau tidak.

"Apa artinya? Tidak apa-apa boleh bisa dipertanggungjawabkan, tapi yang menjadi persoalan kalau yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya sudah ngomong toh, urusan sama KPK," tutup Megawati. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini