Megawati Dorong Parpol di Negara BRICS Kerja Sama Atasi Masalah Dunia

Kamis, 19 Mei 2022 21:18 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Megawati Dorong Parpol di Negara BRICS Kerja Sama Atasi Masalah Dunia Megawati Soekarnoputri. ©2022 Antara

Merdeka.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyinggung sejumlah isu kemanusiaan saat berbicara dalam forum BRICS Political Parties, Think Tanks, and Civil Society Organization Forum. Acara itu digelar di Beijing. Dia mengajak partai politik (parpol) di dunia berkontribusi mencari solusi atas masalah-masalah kemanusiaan.

Sambutan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping dibacakan saat acara dimulai. Presiden Xi Jinping mengucapkan selamat hangat atas penyelengaraan forum partai politik dan ormas BRICS.

"Salam untuk para pemimpin dan delegasi yang hadir. Saat ini kelemahan pemulihan ekonomi, kesenjangan pembangunan merupakan iklim dan tantangan. BRICS harus ingat aspirasi dan misi bersama para negara berkembang, mengadvokasi kerjasama internasional. Tiongkok bersedia bersama semua negara termasuk negara-negara BRICS menjalankan tujuan pembangunan berkelanjutan tahun 2030," ujar Presiden Xi Jinping.

Setelah itu, sejumlah perwakilan parpol dari BRICS dan non BRICS menyampaikan pandangannya, termasuk Megawati. Di awal pidatonya, Megawati menyapa Presiden Xi Jinping.

Megawati menyatakan forum dialog ini sangat penting di tengah berbagai dampak pandemi Covid-19. Sebab, pandemi berdampak bagi kehidupan dan sampai hari ini belum sepenuhnya dapat diatasi. Kemudian, muncul ketegangan baru akibat ketidakseimbangan keamanan global yang ikut memicu persoalan di Rusia-Ukraina.

“Dengan berbagai persoalan tersebut, apa yang dilakukan oleh forum ini, diharapkan membuka ruang dialog bagi partai politik. Dengan dialog dapat dibangun kesepahaman terhadap tanggung jawab partai politik bagi perdamaian dunia,” ujar Megawati.

Selain upaya tersebut, kata Megawati, kerja sama partai politik melalui forum ini dapat difokuskan untuk beberapa isu lainnya. Yakni peningkatan capacity building; pelatihan bersama kepemimpinan partai politik; institusionalisasi partai politik sesuai dengan kultur stratejik setiap bangsa; dan bagaimana partai politik menjawab berbagai isu strategis seperti global warming, ekonomi, green economy, serta pentingnya kerja sama di bidang kebudayaan.

Megawati juga bicara soal global warming. Baginya, isu tersebut sangat penting untuk disikapi secara serius. Hal ini mengingat ancaman yang ditimbulkan bagi masa depan, terutama berkaitan dengan ketersediaan pangan.

“Pangan sangat penting karena menyentuh kehidupan dasar setiap manusia yang harus dijaga selalu ketersediaannya. Jangan sampai krisis pangan menjadi persoalan bagi masa depan seluruh bangsa di dunia ini,” urai Presiden Kelima RI itu.

“Karena itulah kerja sama penelitian, peningkatan produksi dan diversifikasi pangan, menjadi sebuah hal penting yang harus segera dijawab melalui kerja sama partai politik,” tambahnya.

Lebih lanjut, Megawati mengatakan kerja sama partai politik dengan agenda strategis di atas menjadi bagian dari fungsi diplomasi yang dijalankan oleh partai politik. Diplomasi politik ini dapat menjadi penguat kerja sama multilateral yang dilakukan oleh negara-negara di dunia, khususnya yang tergabung dalam BRICS.

2 dari 2 halaman

Megawati lalu mengajak agar kerja sama itu dilaksanakan dalam spirit yang sama seperti yang pernah dilakukan para pemimpin negara tahun 1955 dalam ajang Konferensi Asia Afrika (KAA).

Di dalam KAA tersebut, kata Megawati, prinsip ko-eksistensi damai dan bagaimana mewujudkan sistem internasional yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan solidaritas antar bangsa harus dikedepankan.

Melalui KAA tersebut prinsip non intervensi terhadap kedaulatan sebuah negara serta komitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan dunia dengan mengedepankan perundingan, dialog, sangatlah dikedepankan dibandingkan dengan selalu pendekatan militer.

“Dengan semangat yang sama pula, kita semua berharap, agar ke depan tidak ada lagi negara yang memaksakan kepentingan nasionalnya, yang berdampak bagi penderitaan bangsa lain,” tegas Megawati. [ray]

Baca juga:
Duet Prabowo-Puan dan Perjanjian Batu Tulis
Megawati Suarakan Perdamaian di Semenanjung Korea, Dorong Lewat Dialog & Kebudayaan
Megawati Terima Gelar Profesor Kehormatan dari Seoul Institue of The Arts
Cerita Megawati Ikuti K-POP sampai Drakor Demi Sang Cucu

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini