Masih Ada Perbedaan Pandangan, Panja Tak Ingin Paksakan Pleno Pengesahan RUU TPKS

Rabu, 24 November 2021 07:30 Reporter : Ahda Bayhaqi
Masih Ada Perbedaan Pandangan, Panja Tak Ingin Paksakan Pleno Pengesahan RUU TPKS Willy Aditya. ©2021 Merdeka.com/antara

Merdeka.com - Panitia Kerja (Panja) RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) tidak ingin memaksakan pengesahan draf RUU itu sesuai jadwal pada 25 November. Lobi-lobi masih dilakukan karena fraksi-faksi masih memiliki perbedaan pandangan terkait rancangan itu.

Ketua Panja RUU TPKS Willy Aditya mengatakan, pihaknya ingin memastikan lebih dahulu sikap mayoritas fraksi mendukung pengesahan draf RUU TPKS.

"Kalau bisa dengan jadwal 25 November alangkah lebih bagus dan berbahagianya saya dan teman-teman yang lain. Tapi kalau belum ya kita lagi lihat primbon lah gitu, hari baik dan langkah baik," ujar Willy di DPR RI, Selasa (23/11).

Willy menuturkan, pembahasan RUU TPKS akan berpotensi gugur jika rapat pleno pengesahan draf dipaksakan. Sebab, fraksi-fraksi di DPR masih memiliki pandangan berbeda terhadap RUU TPKS.

Wakil Ketua Baleg DPR RI ini terus berupaya menyatukan pandangan seluruh fraksi untuk mendukung RUU TPKS. Ia bilang, pihaknya masih terus melakukan komunikasi.

"Masih komunikasi kiri dan kanan," kata Willy.

Politikus NasDem ini menyebut, perbedaan pendapat merupakan hal biasa dalam pembahasan undang-undang. Namun, dia menegaskan pentingnya RUU TPKS untuk memberikan jaminan hak dan perlindungan korban kekerasan seksual.

"Sesuatu yang benar itu belum tentu cocok secara politik. Jadi di ruang politik bisa jadi berbeda gitu," bebernya. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini