Marzuki: Jika BBM tak naik, jadi bom waktu bagi pengganti SBY

Selasa, 14 Mei 2013 11:50 Reporter : Muhammad Sholeh
Marzuki: Jika BBM tak naik, jadi bom waktu bagi pengganti SBY demo BBM. Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Ketua DPR Marzuki Alie mengatakan pihaknya menargetkan waktu tiga minggu untuk membahas APBN-Perubahan 2013 sebagai acuan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Jadwal penyerahan APBN-P dari pemerintah ke DPR jadwalnya akan dilayangkan hari ini.

"Sesuai ketentuan APBN-P harus diselesaikan DPR paling lambat sebulan. Pemerintah kemarin menyampaikan akan menyampaikan rencananya hari ini dan DPR akan menyelesaikan paling lama 3 minggu, sehingga awal Juni sudah selesai," ujar Marzuki di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (14/5).

Marzuki menambahkan, jika Pimpinan DPR telah diajak konsultasi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dan rapat konsultasi itu merupakan aturan yang sesuai dengan undang-undang.

Karena pekan lalu DPR masih memasuki masa reses, maka rapat konsultasi baru digelar kemarin setelah pembukaan masa sidang DPR.

"Sebetulnya masalah harga BBM merupakan kewenangan pemerintah. Pada APBN 2012 memang diikat DPR. Pemerintah tidak boleh menaikkan BBM dengan aturan-aturan. Sebetulnya pada tahun 2011 tidak ada pasal itu. Tahun 2013 dikembalikan bahwa itu kewenangan pemerintah untuk menaikkan dan menurunkan BBM sepanjang memenuhi target dulu APBN yang disetujui," jelas Marzuki.

"Kemarin presiden menyampaikan, kalau BBM dinaikkan, memang pahit dan dari segi pencitraan tidak baik bagi presiden. Kalau tidak dinaikkan, ini jadi bom waktu bagi pengganti Pak SBY nanti sebagai presiden," sambungnya.

Adapun kompensasi jika BBM naik, menurut Marzuki, pemerintah berjanji akan memperbesar bantuan kepada rakyat miskin. Di antara dengan memperbesar alokasi program raskin, memperbesar jumlah beasiswa dan program-program yang pro rakyat. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. BBM Naik
  2. APBN Perubahan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini