Marzuki Alie: AHY dan Ibas di Kongres Demokrat, Apa Tak Ada Calon Lain?

Rabu, 19 Februari 2020 16:28 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Marzuki Alie: AHY dan Ibas di Kongres Demokrat, Apa Tak Ada Calon Lain? Marzuki Alie diperiksa KPK. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Partai Demokrat akan menggelar Kongres yang diprediksi berlangsung pada Mei 2020 mendatang. Dua putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) disebut dua calon kuat pengganti SBY sebagai ketua umum Demokrat.

Mantan petinggi Demokrat, Marzuki Alie tampak malas mengomentari geliat internal Demokrat jelang Kongres. Dia pernah maju di Kongres Demokrat, namun kalah dengan Anas Urbaningrum.

"Wah saya enggak ngerti peta sekarang. Partai Demokrat sudah jadi partai keluarga," jelas Marzuki, mantan Ketua DPR saat dihubungi merdeka.com, Rabu (19/2).

Marzuki sudah tak lagi berkiprah di Demokrat semenjak lengser dari Ketua DPR periode 2009-2014. Dia pun mengaku kaget dengan kabar AHY dan Ibas menjadi calon kuat ketua umum Demokrat.

"Keduanya (AHY dan Ibas)? Apa tidak ada calon lain?" singkat dia.

1 dari 1 halaman

Diketahui, salah satu pendiri Demokrat, Ahmad Mubarok menilai, AHY dan Ibas memiliki kelebihan, kelemahan, peluang dan potensi sendiri untuk menggantikan SBY. Kekurangan AHY hanya minim pengalaman politik, tapi berbakat menjadi pemimpin. Sementara Ibas, unggul pengalaman di dunia politik.

"Kalau AHY punya bakat. Cuma pengalaman kurang, pengalaman politik. Dua-duanya punya kelebihan berbeda. Kecerdasan AHY tapi Ibas lapangan. Pengalaman Ibas di DPR," ujar dia.

Bursa caketum Demokrat, kata Mubarok, tidak tertutup peluang munculnya 'kuda hitam' di luar nama AHY dan Ibas. Menurut dia, ada kader Demokrat yang sudah bisik-bisik memberitahukan dan berkonsultasi dengannya untuk maju menjadi caketum. Mubarok menuturkan, si calon ini tahu bahwa maju Kongres Demokrat butuh modal besar. Selain dukungan, salah satunya uang.

Calon ini, kata dia, berkantong tipis. Modalnya hanya idealisme yang tinggi untuk membesarkan partai. Sayang Mubarok enggan membeberkan identitas kader tersebut.

Selain modal besar, dia menyebut banyak tidaknya kader maju caketum juga tergantung suasana dan dinamika politik nasional. Dia beranggapan nuansa politik terkini yang sedang lesu membuat kader Demokrat kurang berminat maju di Kongres.

"Mereka baru bisik-bisik saja. Belum terbuka. Kubu ada beberapa, orangnya konsultasi ke saya. Biasanya calon-calon muncul setengah bulan sebelum kongres," jelas dia. [rnd]

Baca juga:
Senior Demokrat: AHY dan Ibas yang Paling Menonjol Jadi Pengganti SBY
AHY Bersiap Maju Jadi Capres di Pemilu 2024
AHY Dideklarasikan jadi Ketum Demokrat saat ke Kupang: Ini Doa dan Harapan Saya
AHY atau Ibas yang Bisa Kembalikan Kejayaan Demokrat?
Ketua DPP Demokrat Klaim DPC Se-Indonesia Ingin AHY Jadi Ketum Gantikan SBY

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini