Manuver pendiri Demokrat hadang SBY jadi ketua umum lagi

Sabtu, 14 Maret 2015 07:02 Reporter : Iqbal Fadil, Mohammad Yudha Prasetya
Manuver pendiri Demokrat hadang SBY jadi ketua umum lagi Pendiri Demokrat. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Partai Demokrat akan menggelar kongres ketiga pada bulan April mendatang. Bali menjadi tempat yang dipilih, namun kabar terbaru, lokasi kongres akan dipindahkan ke Surabaya.

Bukan lokasi kongres yang menjadi masalah bagi Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat. Tapi sinyal SBY akan maju lagi untuk memimpin partai itu untuk lima tahun ke depan.

Mereka mendesak SBY untuk tidak lagi maju dalam bursa ketua umum. Para pendiri ingin partai ini kembali ke jalur demokratis seperti yang dicita-citakan saat partai ini dibentuk.

Apa saja manuver dan permintaan para pendiri Partai Demokrat untuk menghadang SBY jadi ketua umum? Berikut rangkumannya:

1 dari 4 halaman

Stop wacana aklamasi

Rapimnas Demokrat. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Para pengurus daerah dan sejumlah pimpinan partai telah mewacanakan aklamasi saat kongres digelar. Mereka menilai saat ini belum ada tokoh lain yang mampu menjadi pemimpin Partai Demokrat.

Namun, sikap itu ditentang oleh Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat.

Ketua umum FKPD Vence Rumangkang mengatakan, sebaiknya sejumlah pihak yang kerap mengeluarkan pernyataan bahwa SBY akan terpilih secara aklamasi, menghentikan sikapnya tersebut. Sebab, hal itu menurutnya akan menghilangkan makna demokratisasi itu sendiri, dalam kongres pemilihan ketua umum Partai Demokrat yang akan dilaksanakan nanti.

Dirinya juga mengaku, keberadaan FKPD Partai Demokrat dalam Silatnas dan Kongres nanti, tak lain hanya untuk mengawal dan menjaga, agar proses demokratisasi di internal Partai Demokrat bisa tetap berjalan.

"Di media kan ada yang mengatakan, bahwa yang terpilih harus SBY, sementara sebagian yang lain mengatakan tidak harus. Tetapi mesti dilihat juga apakah Pak SBY masih bersedia. Pokoknya siapapun yang akan terpilih dalam kongres nanti, apakah secara voting maupun aklamasi, biarkan hal itu jadi bagian demokrasi di dalam ruangan kongres, jangan dari sekarang sudah ditentukan akan aklamasi," kata Vence di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

"Maka tugas kami di sini adalah untuk mengawal kongres ini dengan asas yang sama, yaitu cerdas, bersih, santun dan demokratis," katanya menambahkan.

2 dari 4 halaman

Pendiri Demokrat gelar silatnas

Pendiri Demokrat. ©2015 Merdeka.com

Jelang pelaksanaan Kongres Demokrat, Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat akan menggelar acara Silaturahmi Nasional (Silatnas), yang akan diadakan di Jakarta pada 17-19 April 2015 mendatang.

Ketua umum FKPD Vence Rumangkang mengatakan, pihaknya berharap dalam Silatnas dan Kongres tersebut, suasana demokratis benar-benar bisa tercipta. Pasalnya, Vence mengakui bahwa saat ini Partai Demokrat sedang mengalami krisis pemimpin, di mana tidak adanya tokoh besar yang bisa dijadikan garda depan partai.

"Kongres harus demokratis, karena Pak SBY mengajarkan kita demikian. Kita tuh lagi krisis pemimpin karena kita tidak punya pemimpin besar. Elit-elit sekarang kita ini pola pikirannya hanya 5 tahunan. Jadi harusnya cara berpikir mereka itu bukan hanya secara praktis saat ini, tapi juga menatap jauh ke depan," kata Vence di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (13/3).

3 dari 4 halaman

SBY jadi pembina partai saja

rapim demokrat. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat, dengan tegas meminta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk tidak mencalonkan diri lagi dalam memperebutkan kursi ketua umum Partai Demokrat.

Hal itu disampaikan oleh pembina FKPD, Eti Mangduapessy, yang mengatakan bahwa SBY lebih pantas menduduki jabatan sebagai pembina Partai Demokrat saja.

Sebab menurutnya, SBY tidak perlu lagi menurunkan levelnya demi ikut berkompetisi, dalam bursa pemilihan calon ketua umum Partai Demokrat periode 2015-2020. Hal itu agar dapat memberikan kesempatan bagi pada kader lain, agar bisa lebih berkompetisi secara demokratis.

"Sebenarnya saat ini sudah bukan level beliau lagi untuk bertanding. Jangan lagi ikut berkompetisi dalam bursa calon ketua umum," kata Eti di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (13/3).

4 dari 4 halaman

Pendiri ingin Demokrat kembali demokratis

kampanye demokrat. ©2014 merdeka.com/parwito

Ketua Umum FKPD Partai Demokrat, Vence Rumangkang mengatakan, para pendiri Partai Demokrat yang lain sebenarnya hanya ingin mengembalikan Demokrat yang demokratis, sejak awal tujuan pendiriannya.

Dirinya juga membantah jika usulan FKPD itu nantinya disalah artikan, menjadi langkah FKPD untuk menguasai Partai Demokrat.

"Kami tidak ingin menguasai Demokrat. Karena sejujurnya, kamu hanya ingin agar Demokrat kembali pada cita-cita luhur para pendirinya. Karena Demokrat saat ini sedang mengalami kemerosotan akibat tidak adanya ketokohan baru," ujar Vence.

"Pak SBY itu sudah diakui sebagai tokoh demokrasi, jadi saya kira tidak perlu lagi bersaing hanya untuk menjadi ketua umum Partai Demokrat. Kita percaya bahwa Pak SBY pasti juga akan bersikap demokratis mengenai hal ini," pungkasnya. [bal]

Baca juga:
Pendiri Demokrat minta SBY tak ikut bursa pemilihan ketua umum
Pendiri Demokrat: Hentikan klaim aklamasi sebelum kongres dimulai
Kongres diisukan digeser ke Surabaya, Pasek sebut SBY paranoid
Tiba di Bali, SBY senang disambut meriah meski bukan presiden lagi
Angkatan Muda Demokrat deklarasi dukung SBY jadi ketua umum
Adik ipar sebut SBY siap kembali pimpin Partai Demokrat

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini