Manuver NasDem Dekati PKS dan Anies Dinilai Bargaining Paloh ke Jokowi dan Koalisi

Senin, 11 November 2019 10:07 Reporter : Iqbal Fadil
Manuver NasDem Dekati PKS dan Anies Dinilai Bargaining Paloh ke Jokowi dan Koalisi Kongres Partai Nasdem. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh (SP) dinilai merasa kecewa karena merasa memiliki jasa besar menjadikan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden untuk periode kedua, namun merasa tak mendapat kompensasi memadai.

Hal itu yang diduga menjadi penyebab berbagai manuver politik sebagai wujud kekecewaan sekaligus upaya bargaining baru terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan koalisi pemerintahan yang didominasi PDI Perjuangan (PDIP).

Pengamat Politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Mada Sukmajati menilai, manuver NasDem belakangan ini menunjukkan adanya perubahan di internal parpol pendukung pemerintahan. NasDem terkesan tak puas dan mengambil narasi berbeda, cenderung apatis untuk bisa mewarnai periode kedua pemerintahan Jokowi.

Karena bermasalah dengan internal koalisi, maka NasDem menggunakan yang di luar koalisi, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Surya Paloh tampaknya merasa punya andil besar terhadap Jokowi dan merasa tak mendapat kompensasi memadai sehingga muncul ketidakpuasan dan bermanuver seperti ini," kata Mada kepada wartawan, Senin (11/11).

Menurut dia, manuver itu sekaligus berupaya membangun upaya bargaining baru terhadap Jokowi dan koalisi.

"Jadi ini sekaligus Surya Paloh ingin menunjukkan bahwa dia punya ruang yang besar untuk bermanuver sehingga dia mengajak Anies, mengajak PKS, ingin lebih menunjukkan imej ke Jokowi dan publik, bahwa dia masih punya kekuatan," beber Mada.

1 dari 1 halaman

Menanti Respons Jokowi dan Koalisi

Lebih lanjut, jika ditanya apakah manuver itu efektif bagi pemerintahan atau tidak, Mada menilai sangat tergantung kepada sikap Jokowi serta parpol pendukung. Bila manuver NasDem ini dianggap mengganggu jalannya pemerintahan Jokowi periode kedua, maka pasti akan muncul respons.

"Misalnya apakah Surya Paloh didekatkan ke Jokowi, semisal sebagai penasihat presiden. Atau alokasi lainnya seperti tambahan wakil menteri untuk NasDem," kata Mada.

Namun bisa juga Jokowi dan parpol pendukung melihat manuver NasDem sebagai sesuatu yang tak ada manfaatnya. Sehingga responsnya juga berbeda. "Bisa jadi justru NasDem dieksklusi dari Jokowi dan parpol pendukungnya," imbuh Mada.

Maka berbagai peristiwa politik ke depan, baginya, laik untuk ditunggu. Termasuk nanti di penutupan Kongres NasDem di mana Jokowi dan para ketua umum parpol akan hadir.

"Kita lihatlah nanti respons Jokowi," imbuh Mada. [bal]

Baca juga:
Beri Panggung untuk Anies, Surya Paloh Dinilai Anggap Jokowi Masa Lalu
Malam Ini, Jokowi Dijadwalkan Hadir di Puncak Kongres Partai NasDem
Sekjen NasDem: Bangsa Ini Capek dengan Intrik Mengundang Sinisme dan Curiga
NasDem Diprediksi akan Jadi 'Bad Boy' di Koalisi Jokowi-Ma'ruf
Soal Pilpres 2024, Surya Paloh Ingin 'Colorful' Tidak 'Black and White'

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini