Malunya politisi mengaku idolakan Soekarno tapi tak meneladani

Senin, 29 September 2014 02:01 Reporter : Ramadhian Fadillah
Malunya politisi mengaku idolakan Soekarno tapi tak meneladani Soekarno. ©Deppen/Cindy Adams

Merdeka.com - Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo mengaku prihatin melihat kelakuan para politikus di Indonesia. Mereka tak beretika dan hanya mementingkan urusan kelompok masing-masing.

Menurutnya, pemimpin sekarang harus menengok ke belakang untuk melihat budaya politik yang dibangun oleh para bapak bangsa. Meskipun terjadi perbedaan pandangan di antara mereka, sangat berbeda dengan kondisi saat ini.

"Sebut saja perbedaan pandangan antara Soekarno dengan Mohammad Hatta, Soekarno dengan Sutan Sjahrir, Soekarno dengan M Natsir atau Soekarno dengan Tan Malaka dan perbedaan di antara pendiri bangsa lainnya," ujarnya.

Namun, perdebatan tersebut sangat ideologis, cerdas, elegan, kental dengan visi ke-Indonesiaan dan lebih dari itu yang patut diteladani adalah sikap kenegarawaan yang dimiliki para pendiri negara ini.

"Mereka mampu membedakan mana kepentingan politik partai dan mana kepentingan bangsa dan negara sehingga kepentingan politik tidak boleh mengalahkan kepentingan bangsa dan negara," katanya.

Karyono menambahkan, etika politik kenegarawan sebagaimana dicontohkan para pendiri bangsa tersebut patut diteladani oleh kita semua. [ian]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. RUU Pilkada
  3. Pilkada Oleh DPRD
  4. Pilkada
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini