Majelis Tinggi Demokrat tak mau tuduh perancang fitnah SBY dari Sukamiskin

Kamis, 8 Februari 2018 14:51 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Majelis Tinggi Demokrat tak mau tuduh perancang fitnah SBY dari Sukamiskin Amir Syamsuddin. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman

Merdeka.com - Pengacara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ferdinan Hutahaean mengaku tengah melakukan validasi informasi tentang perancang skenario fitnah kliennya dilakukan oleh para mantan kader Demokrat yang sakit hati. Salah satu caranya yakin memeriksa tanggal kedatangan tamu yang mengunjungi narapidana di Sukamiskin, Bandung.

Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Amir Syamsuddin mengaku tak mau menuduh atau membenarkan bahwa skenario fitnah dilancarkan dari Sukamiskin. Menurut dia, hal itu menjadi kewenangan penyidik Bareskrim Polri. Karena SBY sudah melakukan pelaporan terhadap Firman Wijaya sebagai pengacara terdakwa e-KTP, Setya Novanto.

"Itu memang perlu pendalaman, itu merupakan tujuan daripada laporan yang dilakukan SBY untuk kemudian bisa dilakukan penyelidikan," kata Amir saat berbincang dengan merdeka.com, Kamis (8/2).

Amir juga tak mau mengungkap informasi dari mana yang diperoleh SBY tentang skenario perancang fitnah ini terjadi. Tapi sejumlah benang merah memang sudah terlihat. Contoh, Firman Wijaya merupakan pengacara dari Setya Novanto sekaligus mantan Ketum Demokrat Anas Urbaningrum.

"Kalau saya tidak salah itu baca, selama ini kan saudara Firman memang pengacarnya dari salah satu mantan kader Demokrat yang bermasalah di masa lalu. Itu saya kira tidak ada masalah dia punya klien, tetapi kalau kliennya tiba-tiba berubah menjadi calon saksi daripada jaksa itu berbeda," kata Amir.

Praktisi hukum yang juga mantan Menkum HAM era SBY ini mempersoalkan pertemuan antara Firman Wijaya sebagai pengacara terdakwa dengan Mirwan Amir, saksi dari Jaksa KPK. Dari hasil tanya jawab di persidangan e-KTP 25 Januari lalu, muncul nama SBY.

Hal tersebut yang diduga menjadi persekongkolan jahat antara Mirwan dan Firman Wijaya. Diduga persekongkolan itu dilakukan di Lapas Sukamiskin yang di penjara koruptor itu ada Anas Urbaningrum, mantan Ketum Demokrat.

Amir juga tak mau berspekulasi lebih jauh tentang motif fitnah terhadap SBY. Menurut dia, fitnah ini bisa berkaitan dengan tahun politik.

"Saya melihat kemungkinan namanya tahun politik, tentu segala upaya yang mampu dilakukan itu pasti diupayakan. Tapi saya tidak mau menuduh.

"Saya tidak menuduh bahwa Firman melakukan itu, karena saya tidak melihat walau ada informasi (pertemuan di Sukamiskin). Kita anggap itu sebagai sesuatu yang tidak mutlak, karena ini sudah bergulir di ranah hukum, itu tugas daripada aparat bekerja," kata Amir.

Sebelumnya diberitakan, Pengacara SBY, Ferdinan Hutahaean membocorkan pihak yang bisa bikin geger seperti kata kliennya itu. Menurut dia, saat ini pihaknya tengah melakukan kroscek kebenaran informasi yang diperoleh berasal dari orang kepercayaan SBY.

"Laporan yang beliau terima memang bersumber dari teman-teman, sahabat yang masih bersimpati kepada beliau. Tapi kenapa belum diungkap kan namanya informasi butuh validasi, kita kroscek ke lapangan apa memang pertemuan itu ada," kata Ferdinan saat berbincang dengan merdeka.com.

Salah satu bentuk validasi yang ia lakukan adalah dengan menganalisa daftar tamu yang ada di Lapas Sukamiskin, Bandung, tempat para koruptor bersarang. Menurut Ferdinan, pertemuan orang-orang ini merancang fitnah terhadap SBY dimulai dari sini.

"Kita melakukan pengecekan, contoh penjara Sukamiskin, kalau orang mau masuk ke dalam kan akan tercatat, siapa tamunya, tahanan menerima tamu siapa, tentu tercatat, tidak mungkin tahanan, napi ditahan menerima tamu tidak tercatat itu yang kita lakukan," jelas Ferdinan. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini