Mahfud MD sebut penghitungan suara dan penetapan hasil pilkada rawan

Minggu, 13 Desember 2015 16:22 Reporter : Darmadi Sasongko
Mahfud MD sebut penghitungan suara dan penetapan hasil pilkada rawan Mahfud MD. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Pascapemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang dilaksanakan Rabu (9/12) lalu, tiga ancaman kerawanan patut diwaspadai. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk mewaspadainya.

"Yang perlu diwaspadai pertama proses penghitungan di Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) tanggal 18 Desember nanti. Karena para pendukung pasangan calon pasti akan melakukan upaya-upaya mendukung calonnya," kata Mahfud di Malang, Minggu (12/12).

Kata Mahfudz, bisa saja yang kalah merasa dicurangi atau pihak menang dituduh berbuat kecurangan. Tentu kedua pihak akan terlibat perang argumen mendukung calonnya. "Pada saat ini posisinya sangat rawan," tegasnya.

Titik rawan berikutnya ada pada saat penetapan hasil Pilkada. Biasanya akan disertai mobilisasi massa oleh pasangan calon dengan selisih tipis.

"Ini terjadi karena masyarakat kita cenderung tidak siap kalah. Bisa jadi ada konflik pada kedua tahap itu," imbuhnya.

Titik ketiga yang perlu diwaspadai adalah munculnya konflik pada saat pengajuan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pengalaman Mahfudz memimpin MK, sangat potensial antar calon berkonflik dengan mobilisasi pendukung.

"MK sudah punya koridor. Jika selisih antar calon kurang dari 2 persen maka jangan diterima gugatan itu bukan ditolak, dan MK harus tegas pada koridor," tandasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. Pilkada Serentak
  2. Mahfud MD
  3. Malang
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini