Mahfud MD: Rakyat Lebih Suka Prabowo Memimpin Oposisi di Parlemen

Senin, 15 Juli 2019 14:33 Reporter : Purnomo Edi
Mahfud MD: Rakyat Lebih Suka Prabowo Memimpin Oposisi di Parlemen Mahfud MD hadiri Halalbihalal Kahmi Rayon Universitas Brawijaya. ©2019 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Mantan Ketua MK, Mahfud MD mengomentari mengenai pidato yang disampaikan Jokowi pada Minggu (14/7) malam. Dalam pidato tersebut, dia menilai, Jokowi membuka peluang adanya kubu oposisi.

"Kalau mendengar pidatonya Pak Jokowi tadi malam kalau mau jadi oposisi jadilah oposisi yang terhormat karena oposisi juga mulia. Pak Jokowi membuka opsi untuk adanya kekuatan kontrol di DPR yang dilakukan Prabowo atau partai-partai lain," katanya di UII, Senin (15/7).

Anggota Dewan Pembina Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini membaca, jika sebagian masyarakat berharap Prabowo akan muncul sebagai pemimpin koalisi oposisi.

"Rakyat itu lebih suka agar Prabowo memimpin oposisi di parlemen. Sehingga kekuatan 36 persen dari empat partai Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat bergabung itu sudah lumayan lah," ungkapnya.

Mahfud menjelaskan, hingga saat ini baru ada satu partai yang mengatakan tidak akan bergabung dengan koalisi pemerintah. Partai itu adalah PKS.

Hanya saja, menurut Mahfud, jika PKS saja yang menjadi oposisi maka kekuatannya tidak berimbang. Sehingga nantinya tak sehat bagi iklim demokrasi di Indonesia.

"Kalau sekarangkan hanya PKS yang belum mau bergabung. PKS hanya 8 persen (perolehan suaranya di Pileg 2019). Berarti kekuatannya 92 persen lawan 8 persen, tidak imbang. Tidak sehatlah bagi kehidupan demokrasi konstitusional kita," jelasnya.

Mahfud menambahkan, tak ada larangan bagi parpol untuk berkoalisi dengan pemerintah. Pilihan bergabung dengan koalisi pemerintah atau menjadi bagian dari oposisi merupakan kewenangan dari masing-masing partai.

"Tapi tidak ada larangan kalau bergabung. Kita memaklumi saja. Politik itu di samping artinya mulia bahwa untuk tugas negara ada artinya yang tidak mulia. Politik itu adalah proses perburuan kekuasaan, ya dilakukan saja. Kalau mau ambil politik dalam artian itu. Politik sebagai tugas konstitusional itu harusnya bagi tugas. Silakan saja," pungkas Guru Besar UII ini. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini