Mahfud MD prediksi hanya ada dua poros di Pilpres 2019

Kamis, 19 April 2018 14:13 Reporter : Hari Ariyanti
Mahfud MD prediksi hanya ada dua poros di Pilpres 2019 Haul Gus Dur. ©2017 merdeka.com/moch andriansyah

Merdeka.com - Dinamika politik jelang Pilpres 2019 terus bergulir. Muncul wacana poros ketiga, namun banyak yang meragukan bisa terwujud. Saat ini capres yang telah menyatakan diri maju baru Prabowo Subianto dan Joko Widodo.

Ditanyai tanggapannya soal dinamika menjelang konstestasi politik lima tahunan ini, pakar hukum Mahfud MD memprediksi hanya akan muncul dua poros pada Pilpres mendatang.

"Dugaan saya poros itu akan, dugaan ya namanya dugaan, cuma berdasar pikiran rasional saja. Dugaan saya poros akan tetap dua," jelasnya ditemui di Kantor PARA Syndicate, Petogogan, Jakarta Selatan, Kamis (19/4).

Dia memprediksi ada kemungkinan Prabowo tak maju menjadi capres. Namun demikian, dia tak tahu persis apakah hal itu akan terjadi atau tidak.

"Gatot sebagai saingan (Jokowi) saya kira, saya kira Prabowo tidak. Saya kira ya, tapi saya ndak tahu," ujarnya.

Mahfud mengatakan di era demokrasi saat ini sangat bagus ada poros ketiga. Tapi itu juga tergantung dinamika politik yang berkembang ke depan.

"Dilihat dari perkembangan demokrasi ya bagus saja adanya poros ketiga itu. Karena harus membandingkan di masa lalu sebelum reformasi orang enggak bisa ajukan poros tandingan apalagi sampai ketiga. Dua aja enggak pernah ada, 32 tahun enggak boleh," jelasnya.

"Sekarang kan bisa. Zaman reformasi ini kita sudah pernah punya lima pasangan pada Pilpres 2004. Sekarang poros ketiga, silakan. Tetapi apakah itu bisa atau tidak tergantung terhadap dinamika poltik," sambungnya.

Kemungkinan munculnya Gatot Nurmantyo sebagai capres dari poros kedua karena saat ini yang bersangkutan mulai menggalang kekuatan dan banyak disuarakan di tingkat bawah. Gatot juga selalu menyatakan kesiapannya maju dalam Pilpres 2019.

"Sementara Prabowo sendiri enggak pernah membantah bahwa kemungkinan dia itu tidak (maju). Enggak pernah membantah dia. Sedangkan Gatot selalu mengatakan saya siap dan yang mendukung juga muncul," kata mantan Ketua MK ini.

Kemungkinan muncul poros ketiga sangat kecil. PKS dan Gerindra bisa menjadi satu paket. Sedangkan Demokrat bisa satu poros dengan PKB dan PAN.

"Tapi kemungkinan sangat kecil, saya kira dua," tambahnya.

Jika Gatot maju, peluang cawapresnya kemungkinan dari alumni demonstran 212. Mahfud mengatakan banyak alumni demonstran 212 menyebut Gatot layak didampingi Anies Baswedan atau TGB Zainul Majdi.

"Saya ndak tahu, tapi spekulasi yang muncul di luar kan sudah ada garisnya. Kelompok yang, maaf, mungkin basis massa 212 sudah nyebut-nyebut nama Gatot dengan Anies, Gatot dengan Tuan Guru Bajang. Itu yang disebut-sebut tapi masih sangat dinamis ya," sebutnya.

Mahfud menambahkan masih ada waktu tiga bulan sampai dibuka pendaftaran pada 4 Agustus mendatang. KPU akan membuka pendafataran capres-cawapres sampai 10 Agustus. Dan berbagai perubahan masih bisa terjadi sampai di detik terakhir pendaftaran.

"Namanya politik, kalau hitung-hitungannya sudah macet oh gini kesimpulannya, (kemudian) bisa berbalik," tutupnya. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini