Macam-macam strategi parpol hadapi pilkada serentak

Selasa, 7 Juli 2015 06:47 Reporter : Iqbal Fadil
Macam-macam strategi parpol hadapi pilkada serentak Simulasi Pilkada 2015. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Meski masih diwarnai kurangnya dana pengamanan, Komisi Pemilihan Umum tetap akan melaksanakan tahapan pemilihan kepala daerah serentak. Pendaftaran pasangan calon akan dibuka pada akhir bulan Juli. Partai politik pun sedang mempersiapkan kader terbaiknya untuk bertarung.

Konsolidasi melalui rapat pimpinan hingga rakernas dilakukan masing-masing parpol untuk mempersiapkan diri. Peluang koalisi pun dibuka lebar-lebar.

Masing-masing parpol bahkan sudah mulai menghitung dan menargetkan daerah mana saja yang bisa dimenangkan. Ada yang sudah berani menyebut angka, namun ada parpol yang masih malu-malu.

Apa saja strategi parpol jelang pilkada serentak yang kian dekat? Berikut rangkumannya:

1 dari 5 halaman

Dua kubu Golkar bikin tim sukses bersama

Islah Golkar. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Tim Penjaringan Calon Kepala Daerah dari Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) dan kubu Agung Laksono bertemu di Hotel Sultan. Kedua belah pihak berencana mengirimkan surat bagi para kadernya yang ingin ikut pilkada agar bersiap.

"Hasil ini hari kami hanya membicarakan teknis penjaringan. Kita sudah mencapai kesepakatan bahwa kedua tim akan menyurati daerah, paling lambat Senin ditandatangani oleh tim 10 ini," kata Wakil Ketua Umum Golkar kubu Agung Laksono, Yorrys Raweyai di Hotel Sultan, Jakarta, Jumat (19/6).

Adapun dari kubu Aburizal Bakrie, tim penjaringan yang akan mewakili diketuai oleh MS Hidayat dan anggotanya adalah Theo L. Sambuaga, Sharif Cicip Soetardjo, Nurdin Halid, serta Aziz Syamsuddin.

Sementara dari kubu Agung Laksono, selain Yorrys yang bertugas sebagai ketua, nama Ibnu Munzir, Gusti Iskandar, Lawrence Siburian, dan Lamhot Sinaga masuk ke dalam tim penjaringan.

Anggota tim penjaringan calon kepala daerah dari Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical), Nurdin Halid menyatakan seluruh tim sukses pilkada bakal dibentuk bersama dengan kubu agung Laksono. Hal itu untuk memberikan dasar legalitas sebagai akibat dari perjanjian islah Golkar.

"Mereka harus pengurus partai. Jadi sesuai dengan perjanjian islah, yaitu masing-masing kubu, kubu Agung maupun kubu Ical, itu kemudian yang nanti membentuk tim Pilkada provinsi dan tim Pilkada Kabupaten atau kota yang utusannya harus punya legalitas," kata Nurdin.

Menurutnya, masing-masing perwakilan yang akan masuk dalam tim pilkada tersebut, paling tidak harus mengantongi Surat Keputusan (SK) Kepengurusan. "Tanggal 27 Juni paling lambat harus sudah mereka sampaikan ke pusat. Nanti kita akan verifikasi apakah yang bersangkutan punya legalitas menjadi tim Pilkada," tuturnya.

Lanjut dia, sesudah tanggal 27 Juni, tim penjaringan di tingkat pusat akan rapat lagi. Mereka akan melakukan finalisasi kriteria dan penetapan pencalonan.

Namun, saat ditanya bagaimana nasib kader yang sudah dinonaktifkan oleh kepengurusan Ical sebelumnya, tapi diakui Agung, Nurdin berkata tak masalah. Masing-masing kubu tidak akan saling mengintervensi.

"Itu urusan masing-masing. Kita demi Pilkada. Kita tidak mencampuri keputusan mereka, mereka juga tidak mencampuri urusan kita. Pokoknya masing-masing membentuk tim. Tadi sudah diputuskan sistem penjaringan itu dilakukan melalui rapat pimpinan khusus (Rapimdasus) di masing-masing pihak," ungkapnya.

"Hasil survei itu yang akan dirapatkan tim Pilkada pusat untuk menetapkan satu calon," pungkas dia.

2 dari 5 halaman

PDIP buka sekolah partai

Megawati buka sekolah partai. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi Edy Purwanto menjadi salah satu bakal calon kepala daerah yang mengikuti sekolah partai di Kinasih Resort, Cimanggis, Depok. Setelah mengikuti penggemblengan selama sepekan, dia menyatakan siap mengemban tugas sebagaimana Panca Setya PDIP.

"Kami akan menjadi kader yang mengerti tetes air mata rakyat kami. Indonesia bisa menjadi berdaulat, mandiri, dan bermartabat. Mudah-mudahan kebersamaan ini bisa menjadi manfaat bagi rakyat Indonesia," kata Edy di Kinasih Resort, Cimanggis, Depok, Jumat (3/7).

Edy mengaku program sekolah calon kepala daerah sebagai persiapan PDIP dalam Pilkada Serentak 2015 ini diisi materi yang memang dibutuhkannya untuk meraih kemenangan dalam pilkada. Namun dia juga menyayangkan materi simulasinya kurang, padahal menurutnya itu yang paling penting.

"Terima kasih atas gemblengan yang diberikan kepada kami. Sehingga kami pulang ke daerah dengan semangat baru. Kami merasa simulasinya kurang banyak, wawancara dan sebagainya," tuturnya.

Selain itu, dalam persiapan para calon kepala daerah ini, disampaikan materi seputar bagaimana cara-cara yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, termasuk aparatur pemerintahan, melalui gerakan antikorupsi.

Narasumber yang sengaja dipilihkan sengaja untuk mengarahkan pada kemenangan pilkada, bagaimana membaca survei, membranding. Sisanya materi seputar partai. Ada pula Hendropriyono untuk menyampaikan mengenai strategi perang total dan Rosiana Silalahi untuk pelatihan komunikasi dan debat .

Program sekolah calon kepala daerah tahap pertama ini telah dilaksanakan mulai 28 Juni hingga 3 Juli 2015 di Kinasih Resort, Puncak, Bogor. Sementara itu, untuk tahap kedua akan dilaksanakan pada Januari 2016 mendatang. Pelatihan ini untuk membina kepala daerah terpilih mengenai ke pemerintahan.

3 dari 5 halaman

Demokrat siap koalisi dengan semua partai

Kongres Demokrat. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan bahwa partainya siap menyambut perhelatan pilkada serentak pada 9 Desember nanti. Termasuk strategi pemenangan sudah disiapkan oleh Demokrat.

Hanya saja, Ibas menerangkan, bahwa calon kepala daerah yang ingin maju di pilkada harus menyiapkan logistik dan biaya kampanye sendiri. Demokrat hanya menyiapkan strategi pemenangan saja.

"Logistik dan biaya kampanye serahkan pada kandidat sendiri. Kami hanya atur strategi," kata Ibas di Rapimnas Demokrat, JCC, Jakarta, Sabtu (4/7).

Ibas menjelaskan, soal siapa yang berhak maju mencalonkan diri di pilkada itu nantinya akan dipilih oleh mahkamah tinggi partai. Ketua Umum Demokrat dan Sekjen pun bakal memberikan pertimbangan akan hal itu.

"Gubernur dan wakil gubernur dipilih Mahkamah Tinggi Partai yang berisi 15 orang, juga melalui pertimbangan Ketum dan Sekjen. Bupati dan walikota dipilih langsung DPP," terang dia.

Ibas menegaskan, bahwa Partai Demokrat tetap sebagai penyeimbang. Meskipun dalam setiap kebijakan terkadang bersama dengan Koalisi Merah Putih juga bersama Koalisi Indonesia Hebat.

"Untuk koalisi Demokrat partai penyeimbang. Kami revisi kalau ada kebijakan, kami bukan KMP dan KIH. Kami beri kebebasan pada kader untuk memilih dan menjajaki pasangannya sesuai emosi dan kebatinan," pungkasnya.

Hal senada disampaikan Wasekjen Partai Demokrat Didi Irawadi Syamsudin. Peluang kerja sama dengan partai pendukung KIH dan KMP menurutnya sangat dibutuhkan. Terutama di daerah-daerah yang belum menjadi kantong-kantong suara Partai Demokrat.

"Prinsipnya kami terbuka dengan KIH dan KMP. Apalagi itu di daerah yang belum cukupi untuk dukungan kantong suara kami. Terbuka kita. Tapi, kalau untuk daerah yang punya dukungan suara, kami percaya diri siap buat mengajukan calon," ungkapnya.

Didi memaparkan, Partai Demokrat memiliki banyak daerah yang dianggap sudah menjadi kantong suara partai berlambang bintang mercy tersebut.

"Bisa untuk di beberapa daerah Sumatera dan Jawa. Banyak, kami ini kan merata ya. Kami percaya diri ya," tutupnya.

4 dari 5 halaman

Yusril: Pilkada serentak ajang try out bagi PBB

Kampanye Partai Bulan Bintang. ©2014 Merdeka.com

Pilkada 2015 akan dilakukan secara serentak pada Desember mendatang. Bagi Partai Bulan Bintang, ajang ini akan dijadikan uji coba bagi partai untuk mengukur kekuatan agar bisa kembali bersaing masuk ke Senayan lagi pada pemilu legislatif 2019.

"Pilkada 2015 ajang try out bagi PBB," kata Ketua Umum Partai Bulan Bintang, Yusril Ihza Mahendra, di kantor DPP PBB Jakarta, Sabtu (4/7).

Yusril mengungkapkan, di daerah-daerah, suara PBB meningkat tajam. Terlebih lagi di Papua, sekitar 20 anggota PBB yang ada di Kabupaten Timika memiliki 7 kursi untuk ikut Pilkada. "Tapi di pusat, suara PBB malah menghilang," katanya.

Dengan bangga mantan Mensesneg itu mengatakan, kini partainya tidak hanya mendapat dukungan dari kader muslim, namun non muslim juga .

"Pada kenyataannya PBB dapat dukungan dari non muslim seperti di Papua. Kami akan kerja keras hadapi Pilkada," ujarnya.

5 dari 5 halaman

Didukung KMP, Djan Faridz siapkan kader terbaik

Djan Faridz jenguk SDA. ©2015 merdeka.com/dwi narwoko

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Jakarta, Djan Faridz menyatakan partai yang dipimpinnya mendapat dukungan penuh dari Koalisi Merah Putih (KMP) untuk ikut dalam pilkada serentak akhir tahun ini. PPP akan mempersiapkan kader terbaik sebagai calon kepala daerah.

"Kita enggak ada masalah, kita jalan terus. Kita juga mendapat komitmen dari teman teman KMP," kata Djan usai menggelar buka puasa bersama di Djan Center, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (4/7).

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan kader dari PPP akan berkoalisi dengan partai lain yang bergabung dalam KMP. Hal tersebut dilihat dari kualitas kepemimpinan kader dari partainya.

"Kader kita kalau memang berpotensi punya kemampuan, elektabilitas tinggi kita bisa berkoalisi misalnya dengan Gerinda, PAN, dan lainnya," jelas Djan.

Terkait persiapan menghadapi pilkada serentak, Djan mengaku hanya memberikan kesempatan kepada kader kadernya untuk bersaing sehat dalam pilkada serentak mendatang. Tambah dia, tidak ada kendala bagi PPP dalam menghadapi pilkada mendatang.

"Enggak ada masalah," tutupnya.

[bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini