LSI: Seharusnya hasil real count beda tipis dengan quick count

Kamis, 17 Juli 2014 17:10 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
LSI: Seharusnya hasil real count beda tipis dengan quick count Hitung cepat hasil Pilpres 2014. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menegaskan hasil hitung cepat (quick count) dan exit poll tidak bisa dijadikan tolak ukuran pemenang Pilpres 2014. Meskipun secara ilmiah, hasil hitung cepat telah terbukti kebenarannya.

Peneliti LSI Adjie Alfaraby, LSI tidak memiliki pretensi untuk menjadikan hasil exit poll atau quick count sebagai pijakan hasil Pilpres. Sebab yang berwenang mengumumkan hasil secara resmi adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Pemenang Pemilu Presiden yang sebenarnya adalah yang akan diumumkan oleh KPU. Hasil exit poll dan quick count ini hanya metode ilmiah untuk memprediksi. Selalu kita katakan hasil resmi itu berdasarkan hasil KPU," kata Adjie, di Kantor LSI, Jakarta, Kamis (17/7).

Terkait pernyataan Pendiri Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi yang menyebut KPU berbuat curang kalau memenangkan Prabowo - Hatta pada Real Count nanti, menurut Adjie, sudah tepat. Sebab perbedaan hasil real count hanya beda tipis dengan quick count.

"Pernyataan Pak Burhanuddin itu tepat, hanya momentumnya yang kurang tepat. Kalau survei mungkin saja bisa salah. Tapi kalau quick count itu akurat. Sedikit sekali terjadi kekeliruan, karena margin error-nya sebesar kurang lebih satu persen," ungkap Adjie.

Adjie melanjutkan, jika terjadi perbedaan kentara antara hasil quick count dengan keputusan KPU, lanjut Adjie, biarkan masalah itu diselesaikan di Mahkamah Konstitusi.

"Kalau beda, KPU dengan quick count mungkin bisa dibawa ke MK, itu bukan urusan lembaga survei. Sekali lagi kita sampaikan Burhan tepat bukan pada pernyataan curangnya, tapi hasil quick count-nya tepat," tandasnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini