Litbang Kompas: Elektabilitas Capres, Prabowo-Ganjar Teratas dan Anies Ketiga

Selasa, 19 Oktober 2021 10:33 Reporter : Ahda Bayhaqi
Litbang Kompas: Elektabilitas Capres, Prabowo-Ganjar Teratas dan Anies Ketiga Unggahan Prabowo Subianto. Instagram/@prabowo ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Survei calon presiden versi Litbang Kompas memperlihatkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menempel Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Elektabilitas Prabowo yang selalu teratas dalam sejumlah sigi, pada Oktober 2021 dikejar oleh Ganjar dengan angka yang sama yaitu 13,9 persen.

Data tersebut dikutip dari survei Litbang Kompas pada Selasa (19/10). Survei wawancara tatap muka itu digelar pada 26 September-9 Oktober 2021. Jumlah responden sebanyak 1200 dipilih secara acak dengan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi. Survei memiliki margin of error kurang lebih 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Dari segi tren elektabilitas, Ganjar mengalami peningkatan dalam satu tahun terakhir. Pada Agustus 2020, politikus PDIP itu hanya memiliki elektabilitas sebagai capres sebesar 5,4 persen, Januari 2021 7,1 persen, April 2021 7,3 persen. Hingga meningkat cukup tajam pada Oktober 2021 dengan angka 13,9 persen.

Berbeda dengan Prabowo yang angkanya cukup fluktuatif dalam satu tahun terakhir. Pada Agustus 2020 elektabilitas Menteri Pertahanan ini 15,7 persen, kemudian sempat turun pada Januari 2021 pada 12 persen, dan mengalami kenaikan pada angka tertinggi yaitu 16,4 persen, hingga akhirnya turun di angka 13,9 persen di Oktober 2021.

Litbang Kompas mencatat di posisi ketiga ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan elektabilitas 9,6 persen. Elektabilitas Anies turun sedikit dari April 2021 yaitu 10 persen ketika masih berada di atas Ganjar.

Pada urutan berikutnya ada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sebesar 5,1 persen yang elektabilitasnya meningkat dari April 2021 sebesar 3,4 persen. Kemudian, Menteri Sosial Tri Rismaharini yang meningkat dari survei April 2021, yaitu 2,4 persen menjadi 4,9 persen.

Tokoh yang elektabilitasnya juga meningkat ada Menparekraf Sandiaga Uno yang berada di bawah Risma dengan elektabilitas 4,6 persen. Politikus Gerindra itu naik dari 3,7 persen pada April 2021.

Serta, ada nama Komisaris Utama PT Pertamina dan politikus PDIP Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mantan gubernur DKI Jakarta itu elektabilitasnya naik dari 3,1 persen pada April 2021, menjadi 4,5 persen pada Oktober 2021.

Sedangkan, tren penurunan elektabilitas terlihat dari tokoh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan elektabilitas 1,9 persen di Oktober 2021. Padahal, sebelumnya AHY memiliki elektabilitas sebesar 3,3 persen pada April 2021.

Tokoh lainnya yang muncul dalam survei elektabilitas ini adalah Menkopolhukam Mahfud MD 1,2 persen, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo 1,1 persen, Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka 0,3 persen, Wantimpres Wiranto 0,2 persen, politikus Golkar 0,2 persen, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri 0,2 persen, Anindra Ardiansyah Bakrie 0,2 persen, Ketum Perindo Hary Tanoesoedibjo 0,2 persen, dan tokoh lainnya 0,8 persen.

Sementara itu responden yang tidak tahu/tidak jawab/tidak ada/rahasia mencapai 37,2 persen. Dalam trennya responden yang tidak memilih terus menurun. [eko]

Baca juga:
Survei Capres Litbang Kompas: Ahok Naik, AHY Turun
Tanggapi RK, Demokrat Sebut Baliho Efektif Bantu Naikkan Popularitas
PPP Mulai Jajaki Bakal Capres 2024 yang akan Didukung
Ridwan Kamil: Kampanye Lewat Baliho Ketinggalan Zaman
Cak Imin Menyatakan Siap Maju Pilpres 2024

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini