Lima Fraksi DPR Minta Judul RUU Ciptaker Diubah

Rabu, 20 Mei 2020 16:22 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Lima Fraksi DPR Minta Judul RUU Ciptaker Diubah Gedung DPR. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Ketua Baleg DPR RI Supratman Andi Agtas mengatakan, ada lima fraksi DPR RI yang mengusulkan perubahan judul Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja. Lima fraksi tersebut, yakni Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai NasDem, Fraksi PKS, dan Fraksi PPP.

"Jadi ada lima fraksi yang mengusulkan perubahan judul RUU Cipta Kerja ," katanya dalam Rapat Kerja Baleg DPR RI, Rabu (20/5).

Berdasarkan penjelasan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang disampaikan masing-masing fraksi, Fraksi Partai Gerindra mengusulkan RUU tersebut menjadi Cipta Lapangan Kerja. Nama ini diketahui pernah menjadi nama RUU usulan pemerintah sebelum kemudian diubah menjadi cipta kerja.

Fraksi NasDem mengusulkan perubahan judul menjadi RUU Kemudahan Berusaha dan Investasi. Sementara Fraksi PKS menginginkan perubahan judul RUU menjadi Penyediaan Lapangan Kerja.

Kemudian Fraksi PPP mengusulkan menjadi RUU Kesempatan Kerja dan Kemudahan Usaha. Sedangkan Fraksi PDIP mengusulkan menjadi RUU Penguatan UMKM, Koperasi, Industri Nasional dan Cipta Kerja.

1 dari 1 halaman

Politikus PDIP sekaligus Wakil Ketua Baleg, Rieke Diah Pitaloka mengatakan, penciptaan lapangan kerja itu tidak mungkin berdiri sendiri. Selain itu, RUU Ciptaker disusun sebelum pandemi Covid-19.

Sekarang situasi telah berubah dengan merebaknya Covid-19, yang ditandai dengan terpukulnya sektor UMKM di Indonesia. Padahal UMKM merupakan sektor yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Salah satunya dalam penyerapan tenaga kerja.

"UMKM menyerap 89,2 persen dari total tenaga kerja. UMKM menyediakan hingga 99 persen dari total lapangan kerja. UMKM menyumbang 60,34 persen dari total PDB nasional," terangnya.

Selain itu, UMKM menyumbang 14,17 persen dari total ekspor dan menyumbang 58,18 persen dari total investasi. Karena itu, sektor UMKM perlu mendapatkan perhatian untuk bisa kembali bangkit di tengah krisis.

"Sehingga dalam kondisi sekarang, kondisinya betul-betul berbeda. (Krisis) 1998, 2008, UMKM masih bisa hidup bergerak, tetapi sekarang ini mati suri," jelas dia.

Dengan demikian, RUU Ciptaker ini pun diharapkan menjadi harapan tidak hanya untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

"Bahwa substansinya iya, ada penguatan (UMKM, koperasi, dan industri nasional). Tapi marilah dari judul ini kalau kita bisa perbaiki termasuk dari pihak pemerintah, kan ini disusun sblm Covid, situasi kan sudah berbeda. Kita harus memberikan dari judul awal itu penguatan terhadap UMKM, koperasi, dan industri nasional," ujar dia.

"Tidak mungkin kita menciptakan lapangan kerja kalau sektor UMKM, Koperasi, UMKM khususnya dan industri nasional tidak kuat," tandas Rieke. [fik]

Baca juga:
Suasana Rapat RUU Cipta Kerja di Parlemen Senayan
Sofyan Djalil Bantah RUU Cipta Kerja untuk Kepentingan Pengusaha
RUU Cipta Kerja Bisa Jadi Awalan Perbaikan Iklim Usaha Usai Covid-19
Pasca Pandemi, UMKM Dipercaya Bakal Jadi Tulang Punggung Pemulihan Ekonomi
Politikus Golkar: RUU Cipta Kerja Harus Dibahas dengan Kepala Dingin

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini