Lawan Dinasti dan Elite Lokal, Bagaimana Peluang Vokalis Jamrud di Pilbup Pandeglang?

Jumat, 5 Juli 2019 13:35 Reporter : Dwi Prasetya
Lawan Dinasti dan Elite Lokal, Bagaimana Peluang Vokalis Jamrud di Pilbup Pandeglang? Krisyanto. ©2019 KapanLagi.com/Bambang E Ros

Merdeka.com - Vokalis grup band Jamrud, Krisyanto semakin mantap maju sebagai calon Bupati Pandeglang pada Pilkada yang akan berlangsung tahun 2020 dari jalur independen. Krisyanto menggandeng Hendra Pranova sebagai sebagai calon wakil Bupati seorang guru di Pondok Pesantren Al Ihya Menes.

Meski nama Krisyanto tidak asing, namun pengamat menilai tidak mudah menarik simpati masyarakat Pandeglang. Sebab masyarakat Pandeglang dinilai lebih memilih tokoh agama sebagai pemimpinnya.

Akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Sueb Amiruddin mengatakan, masyarakat Pandeglang cenderung memilih elite dan tokoh agama lokal sebagai pemimpin daerah. Pilihan lain juga berasal dari anggota dinasti lokal.

Sebagai informasi, dinasti lokal mantan bupati pandeglang dua periode Dimyati Natakusumah masih terbilang kuat di Pandeglang. Ini sejalan dengan istrinya, yakni Irna Narulita berpeluang maju kembali pada Pilkada 2020.

Meski begitu, Amiruddin bilang tetap ada peluang dari tokoh lain menjadi pimpinan Pandeglang.

"Tetapi di dalam tradisi sosiologi masyarakat tertutup bisa saja tiba-tiba terbuka. Asal mampu melakukan pendekatan kepada elite lokal tadi," kata Amiruddin kepada wartawan, Jumat (5/7).

Apalagi, lanjut dia, masyarakat Banten tidak tabu terhadap seniman yang masuk politik. Hal ini dibuktikan dari Rano Karno seorang seniman yang pernah menjabat sebagai Gubernur di Banten.

Amiruddin menyarankan agar mampu menarik suara dari masyarakat Pandeglang, ada baiknya cabup dan cawabup punya rencana kerja di sektor pariwisata. Nah, Krisyanto yang merupakan seniman punya peluang asal bisa mengombinasikan antara seni dan pariwisata.

Amiruddin menyarankan agar calon pimpinan daerah memikirkan cara menggarap Pandeglang sebagai tempat wisata religi dan wisata alam.

"Saya kira di Banten tidak ada masalah yang penting harus mengerti kultural masyarakat lokal," katanya.

Untuk diketahui, sejumlah relawan Krisyanto yang mengatasnamakan Pandeglang Baru, membuka sejumlah posko pengumpulan fotokopi KTP untuk mendukung Krisyanto-Hendra Pranova. Selama seminggu para relawan berhasil mengumpulkan 2.000 KTP. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Krisyanto
  3. Pandeglang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini