KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Langkah Jokowi pinjam tangan KPK bikin DPR, Polri & Mega semua hepi

Sabtu, 17 Januari 2015 13:02 Reporter : Sri Wiyanti
HUT PDIP. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Guru Besar Universitas Pertahanan, Salim Said menilai, Presiden Joko Widodo cerdas dalam menangani karut marut proses pemilihan Kapolri pengganti Jenderal Polisi Sutarman.

Sosok tunggal calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan, menuai pro dan kontra, terlebih lagi setelah Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) menetapkan Jenderal bintang 3 tersebut sebagai tersangka.

Budi Gunawan juga disebut-sebut sebagai sosok yang mendapat dukungan penuh dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri lantaran statusnya sebagai mantan ajudan. Sementara Jokowi sendiri bisa menempati posisi sebagai Presiden, pun dengan dukungan Megawati Sukarnoputri.

"Jadi daripada dia (Jokowi) datang ke Bu Mega, dia lempar (Budi Gunawan) ke DPR, dan ibaratnya Jokowi itu minjem tangan KPK. Sekarang dia menunda pelantikan Pak Budi, dalam artian menunggu proses KPK," tutur Salim di Jakarta, Sabtu (17/1).

Dengan strategi tersebut, Salim menilai, Jokowi tetap menempatkan lembaga-lembaga terkait, juga Budi Gunawan, dalam posisi yang terhormat dalam menjalankan fungsi masing-masing.

"DPR terhormat, Budi Gunawan terhormat karena hanya ditunda, Bu Mega juga hepi karena idenya diterima, KPK juga tetap menjalankan tugasnya," ucap Salim. [ian]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.