Langkah Habib Rizieq cari lawan Ahok bentuk kemunduran politik

Minggu, 6 Maret 2016 16:17 Reporter : Muchlisa Choiriah
Langkah Habib Rizieq cari lawan Ahok bentuk kemunduran politik Habib Rizieq akrab dengan Ahok. ©instagram agan harahap

Merdeka.com - Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq Shihab ambil bagian jelang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Namun, bukan ikut mencalonkan, tapi ia mencari sosok lawan Ahok dengan mengumpulkan sejumlah ulama dan membentuk Majelis Tinggi Jakarta Bersyariah.

Sejarawan JJ Rizal menganggap apa yang dilakukan habib hanya mengakibatkan kemunduran besar saja di dunia politik.

"Kalau menurut saya itu hanya menyebabkan kemunduran besar, namun hal itu bisa saya maklumi jika beliau memang ingin mencari siapa yang paling pantas menjadi Gubernur kedepannya," kata Rizal kepada wartawan di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (6/3).

Pola politik tersebut, lanjut Rizal, sudah ketinggalan zaman dan tak bisa diterapkan lagi dalam keadaan sekarang ini yang demokrasi. "Politik sektarian itu kalau menurut saya politik yang sudah selesai sejak kita jadi republik, sudah ditinggal sejak lama lah politik itu," ujarnya.

"Politik beliau sudah ditinggal sejak kita punya kesadaran-kesadaran politik bahwa Indonesia itu dibentuk dengan cita-cita pluralisme, cita-cita demokrasi. Jadi menurut saya, cara-cara yang ditempuh oleh Habib Rizieq dengan membuat konvensi cagub Islam, itu sebuah kemunduran," tambahnya.

Lanjut Rizal, Habib jika berkena lebih baik membuat konvensi cagub saja dengan ukuran-ukuran politik pentakbiran masyarakat.

"Ulama menurut saya bisa bisa saja bersuara seperti itu. Talk menurut saya ya dia mundur bukannya maju," tutupnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini