Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin pastikan tak contek safari politik Prabowo-Sandiaga

Jumat, 14 September 2018 15:35 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kubu Jokowi-Ma'ruf Amin pastikan tak contek safari politik Prabowo-Sandiaga jokowi umumkan tim sukses. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mulai rajin melakukan safari politiknya ke organisasi keagamaan. Keduanya telah sowan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU). Sandiaga Uno juga sudah menemui pemuda Muhammadiyah. Keduanya juga telah sowan ke keluarga Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang identik dengan NU.

Sandiaga lebih dulu berkunjung dan menemui istri serta anak Gus Dur, Shinta Nuriyah Wahid dan Yenny Wahid. Setelah itu giliran Prabowo yang berkunjung ke sana.

Di kubu sebelah, Joko Widodo maupun Maruf Amin sudah bertemu langsung dengan pengurus Muhammadiyah. Untuk kunjungan ke keluarga Gus Dur, sejauh ini baru dilakukan oleh Jokowi. Sedangkan bakal cawapresnya, Ma'ruf Amin belum bertemu keluarga Gus Dur.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Arsul Sani memandang wajar jika masing-masing pasangan capres-cawapres melakukan safari politik ke seluruh elemen. Tujuannya untuk menggalang suara.

"Ini kan proses berjalan selama masa kampanye sampai pemungutan suara, saya kira baik pak Jokowi-Ma'ruf Amin atau Pak Prabowo-Sandi akan melakukan berbagai kegiatan, apalagi kalau sudah masuk masa kampanye yang dipandang bermanfaat. Bagi kami ini bukan hal yang harus dipersoalkan tapi hal yang sama itu juga dilakukan kedua pihak," katanya di markas TKN, Jl Cemara No 19, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9).

Sekjen PPP ini melanjutkan, komunikasi Jokowi-Ma'ruf Amin dengan dua organisasi Islam itu terus berlanjut. Apalagi ada sosok Ma'ruf Amin yang lekat dengan organisasi NU.

"Misalnya komunikasi kunjungan ke NU Muhammadiyah, kalau ke NU ngga perlu dikunjungi wong kiai Ma'ruf masih Rais Aam PBNU, kalau Muhammadiyah, Pak Jokowi sudah bertemu dengan pimpinan Muhammadiyah. Pak Kiai Ma'aruf juga sudah bersilahturahmi dan saya kira ini akan terus berlangsung," tuturnya.

Legislator komisi III DPR RI ini memastikan tidak akan mengikuti dan mencontek setiap gebrakan serta safari politik yang dilakukan Prabowo dan Sandiaga . Dia khawatir sikap reaktif bisa menimbulkan ketegangan.

"Tentu (kami) tidak ingin langkahnya bersikap reaktif karena sebelah melakukan ini, maka kami harus melakukan ini. Saya kira tidak seperti itu, kalau yang kita lakukan itu hal hal yang sifatnya reaktif, biasanya menimbulkan ketegangan," tutupnya. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini