Kubu Jokowi desak Bawaslu transparan soal dugaan mahar politik Sandiaga

Jumat, 31 Agustus 2018 13:57 Reporter : Merdeka
Kubu Jokowi desak Bawaslu transparan soal dugaan mahar politik Sandiaga Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni. ©2017 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) transparan dalam proses pengambilan putusan tidak terbuktinya dugaan mahar politik oleh bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno.

"Kita mesti meminta Bawaslu secara transparan menyampaikan ke publik proses pengambilan keputusan bahwa dugaan kasus 'mahar kardus' tidak terbukti," katanya saat dikonfirmasi, Jumat (31/8).

Dia menuturkan, keputusan ini aneh. Pasalnya, Wasekjen Demokrat Andi Arief yang memberikan kabar adanya dugaan mahar masih belum diperiksa. Selain itu, Sandiaga pun juga tak ikutan dipanggil.

"Keputusan ini aneh. Andi Arief yang pertama menyampaikan dugaan itu belum pernah diperiksa. Mas Sandi yang menurut Andi memberikan dana Rp 1 triliun apa sudah pernah dipanggil," ungkapnya.

Sekjen PSI ini juga mempertanyakan, kenapa PKS dan PAN yang disebut menerima tak ikutan dipanggil juga. Karenanya, Bawaslu harus benar-benar transparan untuk putusan tersebut.

"PKS dan PAN yang dikatakan menerima dana tersebut apa sudah pernah dipanggil? Bawaslu sebagai lembaga penyanggah utama demokrasi mesti benar-benar transparan dalam proses ini agar tidak kehilangan wibawa politik," pungkasnya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan bakal cawapres Sandiaga Uno tidak melakukan mahar politik. Putusan ini diambil setelah Bawaslu gagal meminta keterangan dari Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief.

Andi Arief adalah pihak yang pertama kali mencuitkan soal pemberian mahar politik dari Sandiaga ke PAN dan PKS. Namun, dari dua kali pemanggilan, Andi Arief tidak hadir.

Menurut dia, absennya Andi Arief dalam panggilan, membuat laporan yang dilayangkan LSM Federasi Indonesia Bersatu ini tidak mendapat kejelasan. Pasalnya, Andi Arief merupakan saksi penting dalam kasus ini.

"Hal ini dikarenakan Andi Arief adalah satu-satunya sumber informasi dari pelapor maupun saksi yang menyatakan bahwa peristiwa yang mereka ceritakan bukanlah peristiwa yang mereka lihat langsung melainkan hanya melalui akun twitter @AndiArief," ujarnya.

Bawaslu juga telah memeriksa pelapor dan saksi-saksi lain yang diajukan. Namun dalam proses klarifikasi diketahui bahwa para saksi tidak melihat, mendengar, atau mengalami secara langsung peristiwa yang dilaporkan oleh Pelapor melainkan mendengar dari keterangan pihak lain (testimunium de auditu).

"Terhadap bukti-bukti, seperti kliping, screenshoot, dan video yang disampaikan oleh pelapor kepada Bawaslu merupakan bukti-bukti yang memerlukan keterangan tambahan yang membenarkan bukti tersebut. Sehingga bukti-bukti tersebut patut untuk dikesampingkan," tambahnya.

Reporter: Putu Merta Surya
Sumber: Liputan6.com [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini