Kubu Djan Faridz ultimatum kubu Romy hengkang dari kantor PPP

Kamis, 14 Desember 2017 15:23 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Kubu Djan Faridz ultimatum kubu Romy hengkang dari kantor PPP PPP versi Muktamar Jakarta Pimpinan Djan Faridz. ©2017 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - PPP versi Muktamar Jakarta pimpinan Djan Faridz memberikan ultimatum kepada PPP versi Muktamar Pondok Gede agar keluar dari kantor DPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Pengurus DPP PPP Bidang Kominfo versi Muktamar Jakarta, Ahmad Gozali Harahap mengatakan kubu Romy tidak punya hak untuk menduduki kantor tersebut lantaran merebut kantor secara paksa.

"Mereka rebut masuk pada saat salat subuh dan robohkan itu pagar. Jadi hak mereka itu tidak ada. Yang ada itu mereka harus keluar dari situ (Kantor DPP PPP)," kata Ahmad Gozali di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Kamis (14/12).

Gozali menilai kubu Romy melakukan pengambilan sepihak kantor tersebut tidak dibenarkan oleh hukum. Dia juga mengklaim tidak ada satu putusan yang berkekuatan hukum tetap, baik dalam putusan PK 79 maupun dalam putusan kasasi terkait pembatalan SK Nomor M.HH-06.AH.11.01 Tahun 2016 tanggal 27 April 2016 yang memberikan hak bagi kubu Romy untuk menempati kantor DPP PPP.

"Apa yang dilakukan Romy untuk melakukan penyerangan sekaligus cara-cara ilegal dan biadab. Karena sampai hari ini tidak ada celah mereka ambil karena berada di Muktamar Jakarta. PK secara materil berpihak pada Muktamar Jakarta artinya sengketa diselesaikan di Mahkamah Partai," kata Gazali.

Kemudian menurut organisasi sayap PPP, Ebit Boy menjelaskan pihaknya memberikan maklumat dan pernyataan sikap politik. Dia mengatakan di dalam kantor tersebut yang menduduki adalah preman-preman yang dibayar oleh pihak tertentu. "Kami memiliki anggota sayap partai. Namun di situ yang menduduki bukanlah anggota sayap partai dan mereka adalah preman," kata Boy.

Boy beserta organisasi sayap PPP telah mengadakan rapat pimpinan untuk cari solusi penyelesaian atas sengketa PPP. Dia mengatakan pihak organisasi akan mengambil sikap jika kubu Romy tidak keluar dari kantor tersebut. Tetapi Boy tidak merinci akan menggunakan cara apa agar kubu Romy hengkang dari kantor DPP PPP yang sejak 2014 diduduki kubu Djan Faridz.

"Menggunakan cara apa. Mungkin nanti. Ini strategi kita," kata Boy.

Ahmad Gazali mengatakan PPP versi Romy tidak pernah melakukan itikad baik dengan pihaknya. Namun kata Dia pihaknya sudah melakukan sikap bersilaturahmi secara baik namun pihak Romy tidak merespons. "Belum-belum. Kami sudah coba tapi mereka tidak merespon dengan baik," ungkap Gazali.

Dia pun menepis bahwa pihak Romy akan melakukan pertemuan bersama Djan Farid namun ditolak. Ahmad malah menilai bahwa kubu Romy selalu melakukan pencitraan.

"Bohong itu. Dari dulu Romy dan kawan-kawan itu suka tebar pesona. Pak Djan selalu bertemu. Tapi kan ini sesuai hak mereka," ungkap Ahmad.

Diketahui sebelumnya, pada Selasa (12/12) PPP versi Muktamar Pondok Gede resmi mengambil alih Kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat. Hampir tiga tahun PPP pimpinan Romahurmuziy tidak menempati kantor tersebut dan berkantor di kawasan Tebet, Jakarta Selatan lantaran diambil alih dari tangan PPP versi Muktamar Jakarta pimpinan Djan Faridz.

"Sejak 2014 kita tidak berkantor di sini. Dan mulai tadi pagi, kami menempati gedung ini. Ini merupakan Kantor DPP PPP sejak dulu. Kita tempati setelah pihak Djan tidak menempati ini dan kantor dibiarkan terbengkalai," kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi di Kantor DPP PPP, Jakarta Pusat, Selasa (12/12).

Dia menjelaskan untuk saat ini pihak Djan sudah tidak berhak lagi berkantor di DPP PPP. Karena kata dia, tidak lagi memiliki dasar hukum apapun. Dia juga menjelaskan pihaknya sedang melakukan inventarisasi beberapa aset DPP PPP yang resmi milik versi kubu Romy.

"Mana aset milik DPP PPP alias punya Djan Faridz kita titipkan kita akan menyurati sodara Djan farid untuk mengambil barang-barangnya secara kekeluargaan tidak ada paksaan dan mengajak untuk yang di sebelah bergabung dengan kami," kata Gazali. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kisruh PPP
  3. PPP
  4. Jakarta
  5. Djan Faridz
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini