Kubu Agung: Pak Ical bukalah pintu hatimu, jangan korbankan Golkar

Jumat, 1 Januari 2016 14:44 Reporter : Dieqy Hasbi Widhana
Kubu Agung: Pak Ical bukalah pintu hatimu, jangan korbankan Golkar Aburizal bakrie. Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua DPP Golkar kubu Agung Laksono, Leo Nababan menegaskan bahwa jika tak kunjung ada niat baik dari kubu Aburizal Bakrie (Ical) maka kubunya akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) Golkar dalam waktu dekat. Menurut Leo, SK Munas Riau dan SK Munas Ancol sudah tidak bisa digunakan.

Akan tetapi ada Mahkamah Partai Golkar yang masih bisa aktif secara hukum bekerja hingga Oktober mendatang. "Kedua SK sudah mati, yang satu masih hidup yaitu mahkamah partai. Mahkamah partai masih bisa memberikan waktu Oktober 2016. Kalau Aburizal tetap ngotot maka kami pihak Agung akan tetap melaksanakan Munas secara langsung," kata Leo saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (1/1).

Leo menegaskan Munas akan digelar dalam waktu dekat. Dalam tenggang menuju pelaksanaan dia meminta kubu Ical melunak. "Pak Ical bukalah pintu hatimu, jangan korbankan Golkar demi kepentingan pribadimu dan kelompokmu. Saya pastikan Munas dalam satu atau dua bulan, maksimal dalam waktu tiga bulan Munas akan dilaksanakan. Biarin saja, nanti kami naikkan langsung ke menteri," ujarnya.

Leo mendesak pula agar baik Agung maupun Ical tidak mencalonkan diri lagi dalam Munas Mendatang. Sebab jika nahkoda partai tidak diserahkan pada kaum muda, sengketa internal akan terulang.

"Saya dengan tegas katakan biarkan mundur Agung Laksono dengan Aburizal, berikan pada generasi muda. Bila tidak maka mereka inilah yang tidak mau Golkar besar," tuturnya.

Ketua DPP Golkar kubu Agung Laksono, Ace Hasan menyatakan hal senada. Menurut Ace Mahkamah Partai berhak untuk menyelesaikan sengketa internal. Selain itu dia mendesak pihak Ical untuk mau berembug bersama.

"Di dalam undang-undang partai politik jelas dikatakan bahwa pengadilan perdata politik ya melalui Mahkamah Partai yang secara khusus membicarakan masalah itu, bukan perdata. Saya kira kita harus membuka mata hati kita lah supaya Golkar ini memiliki keberlanjutan sebagai sebuah partai politik. Saya berharap kubu Pak Ical bisa membuka pintu untuk duduk bersama mencari solusi yang terbaik untuk menangani konflik partai ini," pungkasnya. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini