Kritik pedas untuk Fadli Zon dkk karena hadiri kampanye Donald Trump

Sabtu, 5 September 2015 10:04 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Kritik pedas untuk Fadli Zon dkk karena hadiri kampanye Donald Trump Setya Novanto dan Fadli Zon hadiri kampanye Capres Amerika. ©2015 REUTERS/Lucas Jackson

Merdeka.com - Kehadiran dua unsur pimpinan DPR, Setya Novanto dan Fadli Zon, dalam acara jumpa pers kampanye yang digelar bakal calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, menuai kritik pedas.

Sebab, lawatan mereka ke AS sedianya untuk menghadiri Konferensi Dunia IV Pimpinan Parlemen Dunia di markas PBB yang berlangsung 31 Agustus-2 September.

Kritik paling deras justru datang dari rekan mereka sesama anggota DPR. Hal ini wajar mengingat Trump, yang dikenal rasis dan anti-imigran ini, memperkenalkan Novanto sebagai Ketua DPR RI.

"Bapak dan Ibu sekalian, ini adalah orang yang luar biasa, dia adalah kau tahu, Ketua DPR Indonesia datang ingin bertemu dengan saya, Setya Novanto. Salah satu orang paling kuat di Indonesia, pria hebat yang bertemu dengan saya hari ini," kata Trump.

Menanggapi kritik tersebut, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, kedatangannya bersama Novanto di kampanye Donald Trump tidak sengaja. Sebelum itu, mereka membicarakan bisnis dengan Donald Trump. Namun diperkenalkan saat jumpa pers oleh Trump.

"Kami bertemu Donald Trump Pukul 13.00 (waktu Amerika) di kantornya di Trump Plaza lantai 26. Informal saja," kata Fadli dalam pesan singkat, Jumat (4/9).

Usai pertemuan tertutup itu, Fadli menyatakan Trump mengajak rombongannya turun untuk melihat jumpa pers yang akhirnya heboh karena diunggah Youtube itu.

"Setelah sekitar 30 menit sambil santai makan-makan dan foto, diajak turun melihat konferensi persnya di lobi di gedung yang sama. Jadi itu acara konferensi pers yang menjelaskan soal imigrasi dan lain-lain," terang Fadli.

Soal Trump yang memperkenalkan Novanto sebagai orang besar dari Indonesia, menurut Fadli, hal itu hanya merupakan improvisasinya saja.

"Itu improvisasi saja. Karena kami sambil jalan akan pamitan tentu sebagai sopan santun harus menunggu tuan rumah selesai. Menurut saya, Trump adalah pengusaha sukses yang punya visi. Meski sekarang dianggap kontroversial terutama soal imigrasi ilegal dan perbatasan, namun ia membuktikan sebagai pengusaha sukses,"" ujarnya.

Berikut kritik-kritik pedas kepada Fadli dkk terkait kehadirannya dalam kampanye Trump:

Baca Selanjutnya: Politisi PDIP sebut Fadli dan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini