Soekarno. ©2012 Merdeka.com/dok
Merdeka.com - Gara-gara salah sebut tempat kelahiran Bung Karno, Presiden Jokowi kembali di-bully media sosial. Kritikan pedas dari para politikus juga ditujukan Jokowi.
Rupanya salah ucap Jokowi ini berasal dari tim komunikasi Istana. Salah satu anggota tim, Sukardi Rinakit yang memberikan informasi bahwa Soekarno lahir dan disemayamkan di Blitar.
"Kesalahan tersebut sepenuhnya adalah kekeliruan saya dan menjadi tanggung jawab saya. Karena ketika Presiden sedang menyusun pidato tersebut, beliau bertanya pada saya tentang Blitar. Saya menjawab bahwa Bung Karno lahir dan disemayamkan di Blitar. Presiden waktu itu meminta saya untuk memeriksa karena seingat beliau, Bung Karno lahir di Surabaya," kata Sukardi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (6/5).
Sukardi mengakui saat proses penyusunan pidato itu salah memberikan informasi kepada Jokowi. Informasi ini, kata dia, diperoleh pula dari sebuah website di internet tanpa dikoreksi lebih jauh.
Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kritikan pun terus dialamatkan kepada Jokowi. Apa saja isinya? Berikut rangkumannya:
Fadli Zon. dpr.go.idWakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, sebagai kader PDIP, Presiden Jokowi juga harus mengetahui sejarah partainya, termasuk tempat kelahiran dari ayah Megawati Soekarnoputri tersebut. Fadli pun sampai menyebutkan kembali apa yang pernah dikatakan Presiden Soekarno yakni jangan sekali-kali melupakan sejarah.
"Sebagai kader dari partai yang merupakan bapak ideologisnya, masak tidak tahu tempat kelahirannya. Maka harus jas merah (jangan sekali-kali lupakan sejarah) Kelahiran itu kan sejarah basic. Pelajaran sekolah dasar," kata Fadli di DPR, Jumat (5/6).
Namun, Wakil Ketua DPR itu memaklumi kejadian tersebut. Akan tetapi, kata dia, seharusnya Jokowi mengetahui tempat kelahiran Presiden Soekarno.
"Ini hanya kepeleset lidah. Kalau tidak tahu ya kebangetan. Mudah-mudahan itu keselip lidah," ujar Fadi.
Advertisement
Zulkifli Hasan terpilih jadi Ketua MPR. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahmanKetua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan, menyayangkan kesalahan Presiden Jokowi dalam pidatonya mengenai tempat lahir Presiden Soekarno. Kesalahan fatal semacam itu tidak perlu terjadi jika tim komunikasi presiden bisa lebih cermat dalam menyusun pidato resmi.
"Itu termasuk kesalahan yang tidak dapat dimaafkan," ujar Zulkifli melalui pesan tertulisnya, Jumat (5/6).
Ketua Umum PAN itu menegaskan, walaupun presiden memang mempunyai hak untuk mengoreksi setiap pidato, namun seharusnya tim komunikasi bisa memegang amanah yang diberikan kepada mereka untuk menyusun pidato presiden dengan baik.
Dirinya menambahkan, hal ini jelas menjadi tanggung jawab tim komunikasi presiden, karena terkait dengan hal-hal protokoler yang seharusnya disiapkan dengan sangat akurat dan terencana.
"Penyebutan nama tempat kelahiran Bung Karno yang salah, tentu ini menjadi tanggung jawab tim yang menyiapkan pidato presiden," ujar Zulkifli.
Teguh Juwarno. ©2014 Merdeka.comPolitikus PAN Teguh Juwarno tidak sependapat jika salah sebut tempat kelahiran Presiden pertama Soekarno dilimpahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut Teguh, justru kesalahan itu merupakan sepenuhnya tanggung jawab tim pembuat pidato.
Teguh menilai, apa yang dilakukan tim pembuat pidato telah mempermalukan Jokowi sendiri. Dia berpendapat, Jokowi tak perlu malu dengan kasus ini, apalagi Tim Komunikasi Presiden Sukardi Rinakit sudah mengakui kesalahannya.
"Menurut saya itu sepenuhnya kecerobohan tim pembuat pidato karena telah mempermalukan presiden. Meski Sukardi Rinakit telah meminta maaf secara terbuka, sebaiknya presiden tidak perlu malu untuk mengakui kekeliruan beliau dan meminta maaf kepada keluarga besar Soekarno. Saya yakin, publik akan bersimpati dan akan memaafkan kekhilafan presiden tersebut," ujar Teguh ketika dihubungi, Jakarta, Jumat (5/6).
Teguh mengatakan, tidak ada salahnya mengakui sebuah kesalahan sudah dibuat. Menurut dia, jika Jokowi ikut minta maaf terkait kasus itu, masalah akan selesai begitu saja.
"Kita harus menjadi bangsa yang berbesar hati mengakui kesalahan dan juga harus bisa menerima bahwa orang lain sekelas presiden pun bisa melakukan kesalahan. Bila Jokowi mau mengakui kekeliruannya saya yakin masalah ini selesai begitu saja," imbuh Teguh.
Tak hanya itu, Teguh juga memberi masukan agar Jokowi memilih orang yang tepat untuk menjadi tim komunikasi istana ke depannya. Jangan sampai kesalahan kecil yang berakibat fatal ini bisa terulang kembali. "Ke depannya ya tidak ada cara lain selain presiden harus lebih teliti dan mencari orang dan kepercayaan yang benar-benar bisa diandalkan," pungkas dia.
Advertisement
ICW bertemu Irman Gusman. ©2015 Merdeka.comKetua DPD Irman Gusman yang hadir dalam acara tersebut menceritakan, dirinya sempat menanyakan kepada wali kota setempat dan penjaga makam Bung Karno di Blitar di mana sang proklamator itu lahir.
"Ternyata setelah saya tanya wali kota sana, penjaga makam, ternyata orang tuanya bukan dari Blitar, di Tulung Agung. Jadi 30 Km dari Blitar, orangtuanya (Bung Karno) hanya ngajar di Blitar. Coba deh, ini tambah menarik, waktu saya ke sana, pagi kan ke makam, tanya Bung Karno apa dari Blitar. Ooh enggak orang tuanya dari Tulung Agung pindah ke sini. Logikanya kan Bung Karno asumsinya lahir di sana," kata Irman di Istana Bogor, Jumat (5/6).
Menurut Irman, masalah soal di mana sebetulnya tempat kelahiran Bung Karno sempat menjadi perdebatan di antara pimpinan DPD dan MPR yang kala itu hadir dalam peringatan Hari Pancasila di Blitar.
Oleh karena itu, lanjut Irman, momen ini sangat penting untuk meluruskan sejarah. Di mana sebenarnya Presiden Soekarno lahir. Dia meminta agar Presiden Joko Widodo bentuk tim independen untuk menelusuri di mana sebetulnya Soekarno lahir.
"Harus ada pelurusan sejarah. Bentuk tim independen untuk meluruskan sejarah, bapak (Soekarno) dari Tulung Agung, ibunya dari Bali. Saya kok lebih feeling sana (Blitar). Saya tahunya Blitar," jelasnya.
"Jadi menurut saya enggak ada masalah, ini soal pelurusan sejarah. Apa presiden perlu buat tim yang kuat? Iya. Iya kan, Setneg harus kuat, Setkab harus kuat, staf ahli harus kuat," tutupnya.
Mulai Bergerak Bulan Ini, Golkar Jatim Usulkan Airlangga-Khofifah di Pilpres 2024
Sekitar 12 Jam yang lalu
Hari Pertama Pendaftaran Pemilu 2024, Tiga Parpol Belum Lengkapi Berkas
Sekitar 13 Jam yang lalu
Gerindra dan PKB Jateng Usulkan Duet Prabowo-Cak Imin di Pilpres 2024
Sekitar 14 Jam yang lalu
Priyo Budi Santoso: Langgengkan Cebong-Kadrun Sama Saja Biarkan Api dalam Sekam
Sekitar 14 Jam yang lalu
KPU Beri Kesempatan Parpol Lengkapi Berkas Hingga 14 Agustus 2022
Sekitar 16 Jam yang lalu
Farhat Abbas Pimpin Partai Pandai Daftar ke KPU Jadi Calon Peserta Pemilu 2024
Sekitar 16 Jam yang lalu
Jadi Wamenaker, Afriansyah Harap Mampu Genjot Suara Partai Bulan Bintang
Sekitar 17 Jam yang lalu
Bicara soal PDIP, NasDem: Bangsa Sebesar Ini, Tidak Bisa Usung Capres Sendiri
Sekitar 18 Jam yang lalu
KIB Bakal Daftar ke KPU 10 Agustus, Gerindra-PKB 8 Agustus
Sekitar 18 Jam yang lalu
Target Nasdem 2024, Raih 100 Kursi di DPR dan Menang Pemilu Urutan Kedua
Sekitar 18 Jam yang lalu
Hary Tanoe Targetkan Perindo Raih Minimal 60 Kursi di DPR
Sekitar 19 Jam yang lalu
Soal Koalisi Pemilu 2024, Ketum Perindo: Semua Partai Dijajaki
Sekitar 20 Jam yang lalu
Soal Kursi Menpan RB, PDIP: Ada Ganjar, Olly dan Hasto
Sekitar 4 Minggu yang lalu
Masih Berduka, Airlangga Sebut Koalisi Belum Bahas Pengganti Tjahjo Kumolo
Sekitar 4 Minggu yang lalu
Mengenang Menteri PAN RB Tjahjo Kumolo, Sosok Kakek yang Hangat dan Dekat dengan Cucu
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Luhut Bongkar Rahasia, Kisah di Balik Jokowi Sering Merotasinya Sebagai Menteri
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Momen Jokowi Lupa Sapa Zulkifli Hasan dan Hadi Tjahjanto di Sidang Kabinet Paripurna
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Cerita Reshuffle Kabinet Jokowi
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Potret Ultah Cucu Jokowi Sedah Mirah yang Ke-4, Paras Cantiknya Curi Perhatian
Sekitar 2 Jam yang lalu
Upacara HUT ke-77 RI Digelar Terbuka, Istana Undang Eks Presiden & Ribuan Masyarakat
Sekitar 18 Jam yang lalu
Megawati akan Bertemu Jokowi, Bahas Menpan RB Pengganti Tjahjo Kumolo
Sekitar 23 Jam yang lalu
Relawan Jokowi Gelar Musyawarah 27 Agustus Bahas Figur Capres
Sekitar 2 Hari yang lalu
ASEAN Para Games XI, 10 Atlet Renang Positif Covid-19
Sekitar 11 Jam yang lalu
Melawan Virus dengan Mikroba Demi Masa Depan Dunia
Sekitar 19 Jam yang lalu
Menteri Nadiem Terbitkan Edaran Setop Sementara PTM
Sekitar 1 Hari yang lalu
Jokowi Tanya Potensi BBM Naik jika APBN Tak Kuat Subsidi, Ini Jawaban Pedagang Pasar
Sekitar 3 Minggu yang lalu
Menghapus Subsidi BBM yang Tinggal Janji
Sekitar 1 Bulan yang lalu
Mantan Presiden Rusia Beberkan Peta Baru Ukraina di Masa Depan
Sekitar 38 Menit yang lalu
Pengusaha Gandum di Ukraina Tewas Akibat Serangan Rusia
Sekitar 1 Jam yang laluAdvertisement
Advertisement
Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami