KPU Tidak Fasilitasi Baca Alquran, Ikatan Dai Aceh Tetap Tunggu Sikap Capres-cawap

Rabu, 16 Januari 2019 12:57 Reporter : Intan Umbari Prihatin
KPU Tidak Fasilitasi Baca Alquran, Ikatan Dai Aceh Tetap Tunggu Sikap Capres-cawap TKN Jokowi-Maruf terima kedatangan perwakilan Ikatan Dai Aceh. ©2019 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Ketua Ikatan Dai Aceh, Tgk Marsyuddin mendatangi Komisi Pemilihan Pemilu (KPU) untuk membicarakan usulan tes baca Alquran. Mereka bertemu dengan beberapa komisioner KPU. Dalam pertemuan selama 30 menit, mereka berbincang tentang aspirasi membaca Alquran untuk capres dan cawapres.

"KPU support dengan kami namun pihak KPU tidak bisa terlibat lebih jauh karena landasan hukumnya aturan hukumnya itu enggak bisa memfasilitasi. Ya kami minta masukan," kata Tgk Marsyuddin usai bertemu pihak KPU di kantor KPU, Jakarta Pusat, Rabu (16/1).

Meski KPU tidak memfasilitasi, pihaknya tetap akan menunggu jawaban kedua capres-cawapres. "Kalau memang keduanya mau ikut ya bismillah kita adakan insyaallah," kata dia.

Pihaknya mengklaim pengujian membaca Alquran bukan untuk mengukur keimanan orang. Tetapi pihaknya ingin mengetahui apakah capres dan cawapres mampu membaca Alquran.

"Kami cuma mau tahu kemampuan dalam membaca Alquran. Justifikasi ke sana kami tak pernah melakukannya," ungkap dia.

Sementara Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyambut baik kedatangan ikatan dai Aceh. Pihaknya menghormati terkait gagasan yang disampaikan.

"Tetapi memang berdasarkan dengan peraturan perundang undangan yang berlaku KPU tidak punya kewenangan untuk memaksa pasangan calon presiden dan cawapres untuk mengikuti dan tidak mengikuti uji baca Alquran yang diinisiasi ikatan dai Aceh," kata Wahyu.

Sebab itu, KPU mempersilakan kepada masing-masing pasangan calon untuk merespon aspirasi tersebut. Merujuk UU 7/2017 tentang Pemilu tidak disyaratkan atau tidak diwajibkan bagi calon presiden dan cawapres untuk mengikuti uji baca kitab suci masing-masing.

"Tetapi bukan berarti prakarsa dari ikatan DAI Aceh itu sesuatu yang tidak baik. Kami menyambut baik prakarsa itu dan kita kembalikan ke masing masing capres cawapres untuk mengikuti dan tidak mengikuti," kata Wahyu. [ray]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini