KPU Nilai Amien Rais Bisa Gerus Kepercayaan Terhadap Penyelenggara Pemilu

Rabu, 27 Maret 2019 15:21 Reporter : Yunita Amalia
KPU Nilai Amien Rais Bisa Gerus Kepercayaan Terhadap Penyelenggara Pemilu Amien Rais di Sleman. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Viryan Aziz enggan menanggapi serius pernyataan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang menolak rekapitulasi surat suara di Hotel Borobudur, Jakarta.

Usai menghadiri diskusi bersama Google Indonesia, Viryan mengatakan, selama ini tidak ada kendala apapun saat proses rekapitulasi, termasuk sindiran Amien adanya jin yang merujuk hacker.

"Selama ini kalau ada kegiatan KPU di sana baik-baik saja," ujar Viryan, Jakarta Pusat, Rabu (27/3).

Viryan kembali mengingatkan penghitungan suara tidak hanya dilakukan secara elektronik, namun juga manual. Sementara, kata Viryan, suara sah adalah suara yang dihitung secara manual.

Ia mengaku heran dengan sikap Amin saat ini yang menentang keras penghitungan suara dilakukan di lokasi tertentu dengan alasan rawan hacker. Padahal, kata Viryan, pada pemilu sebelumnya Amin turut aktif terlibat dalam kontestasi pemilu.

"Yang bersangkutan dalam pemilu sebelumnya sepengetahuan kami terlibat aktif tapi sekarang seolah-olah tidak tahu bahwa hasil pemilu yang ditetapkan berdasarkan rekapitulasi manual dianggap berdasarkan rekapitulasi secara elektronik dan itu ditentukan dengan hal-hal yang diidentikan dengan manipulasi hasil pemilu," ujar Viryan menjelaskan.

Viryan menganggap, sikap seperti itu meski sederhana namun memiliki dampak politis yakni menggerus kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemilu.

"Ini hal sederhana yang bisa berdampak politis, bisa menggerus kepercayaan," tandasnya.

Sebelumnya, Amien Rais meminta proses rekapitulasi hasil Pemilu 2019 tidak dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Sebab, kata dia, hotel tersebut terdapat banyak 'jin'.

"Selain DPT harus segera dibenahi, besok perhitungan hasil Pemilu jangan pernah di Hotel Borobudur. Mereka banyak 'jin' banyak 'genderuwo' di sana," kata Amien di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (26/3).

Amien Rais menjelaskan maksud dari banyaknya genderuwo atau jin di hotel tersebut. Maksud dia, dikhawatirkan lokasi tersebut rawan terkena hacker.

"Sekali-sekali jangan di Hotel Borobudur saya tahu di sana ada banyak sekali hacker dan lain-lain," ungkapnya. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini