KPU Diputus Bersalah Soal Situng, BPN Prabowo Apresiasi Bawaslu

Kamis, 16 Mei 2019 13:36 Reporter : Merdeka
KPU Diputus Bersalah Soal Situng, BPN Prabowo Apresiasi Bawaslu Andre Rosiade. ©2019 Merdeka.com/Hari Ariyanti

Merdeka.com - Bawaslu memutuskan KPU telah melanggar prosedur dalam proses input Sistem Informasi Penghitungan (Situng) di website KPU. Putusan Bawaslu itu pun diapresiasi oleh kubu Prabowo-Sandiaga.

"Ini Alhamdulilah Bawaslu sudah memutus bahwa KPU bersalah soal Situng maupun quick count ya," kata Jubir BPN, Andre Rosiade, Kamis (16/5).

Dalam proses input Situng, ditemukan banyak penggelembungan suara. Hal ini dinilai merugikan kubu Prabowo-Sandiaga. KPU pun mengakui ada salah input, dan terus memperbaiki entri data Situng. KPU juga menegaskan, Situng hanya sistem informasi, yang tidak mempengaruhi hasil pemilu.

Karenanya, langkah BPN bersama Prabowo-Sandi untuk menolak hasil rekapitulasi Pemilu akan dilanjutkan lewat dua hal.

Pertama terkait pemilihan presiden, BPN akan membuktikan ke Bawaslu adanya giat terstruktur, sistematis, dan masif dilakukan pihak Jokowi-Ma'ruf.

"Dengan dugaan TSM, 01 bisa didiskualifikasi," yakin Andre.

Kemudian langkah kedua, BPN akan melapor hasil Pileg lewat jalur Mahkamah Konstitusi (MK). Seperti pada daerah pemilihan Jakarta III, Madura, NTT.

Lewat langkah ini, Andre menegaskan, BPN Prabowo-Sandi menempuh cara yang taat hukum. Bukan makar dan segala tuduhan inkonstitusi lainnya.

"Langkah kami konstitusional, bukan makar, jadi jangan asbun (asal bunyi) ya," tutup Andre.

Diketahui, Bawaslu menyatakan KPU melanggar tata cara dan prosedur dalam penginputan data sistem informasi penghitungan suara (situng). Meski demikian, Situng KPU diminta tetap dipertahankan.

Bawaslu hanya meminta agar KPU segera memperbaiki prosedur Situng. Komisioner Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo menyebut keberadaan situng telah diakui dalam undang-undang.

"Oleh karenanya keberadaan situng hendaknya dipertahankan sebagai instrumen yang digunakan KPU dalam menjamin keterbukaan dan akses informasi dalam penyelenggaraan pemilu bagi masyarakat," kata Ratna dalam persidangan di kantor Bawaslu RI, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019)

Meski demikian, Bawaslu mengingatkan KPU teliti dan akurat dalam memasukkan data ke situng. Dengan teliti dan meminimalisir kesalahan input, maka tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

"KPU dalam menggunakan aplikasi situng ini harus tetap memperhatikan mengenai ketelitian akurasi dalam memasukkan data ke dalam aplikasi sistem sehingga tidak menimbulkan polemik di masyarakat dan KPU harus memperhatikan setiap masukan perbaikan data," ungkapnya.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini