KPK diteror, Golkar salahkan Jokowi tak cepat atasi kisruh KPK-Polri

Kamis, 12 Februari 2015 11:28 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
KPK diteror, Golkar salahkan Jokowi tak cepat atasi kisruh KPK-Polri Tantowi Yahya. Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sejumlah penyidik dan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku mendapat teror dari pihak yang tidak dikenal. KPK pun meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memberi perlindungan terhadap lembaga KPK dan seluruh pegawainya.

Menanggapi masalah teror tersebut, anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya mengatakan, Jokowi seharusnya cepat mengambil tindakan tegas agar masalah ini tidak semakin melebar.

"Itu karena tidak diselesaikan oleh Presiden secara segera, sehingga konflik ini melebar ke mana-mana," ucapnya, di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (12/2).

Ketua DPP Partai Golkar itu juga mengimbau kepada dua institusi yang saling berseteru ini untuk tidak mencampurkan ke dalam ranah politik. Dia berharap, keputusan praperadilan menjadi jalan keluar yang baik nantinya.

"Jelas kami tidak menghendaki politisasi dalam konflik ini, kita menunggu praperadilan," imbuhnya.

Selain itu, Tantowi juga menagih janji Presiden yang akan menyelesaikan kisruh KPK-Polri dalam minggu ini. "Presiden sesuai pernyataan di beberapa kesempatan bilang paling lambat minggu depan mengambil keputusan. Jadi kita tunggu saja," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto, mengakui sebagian penyidik dan pegawai lembaga penegak hukum itu mendapat teror yang serius. Bahkan menurut dia, ancaman itu juga sampai kepada keluarga penyidik dan pegawai.

"Ancaman yang serius itu bukan hanya kepada staf dan karyawan KPK saja, tapi juga melebar pada keluarga dan ini sangat serius dan sangat mengkhawatirkan," kata Bambang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (11/2).

Menurut Bambang, hal ini bisa menimbulkan krisis karena ancaman terhadap KPK berdampak secara nasional. Dia meminta supaya permasalahan ini cepat selesai karena ancaman itu sudah menyangkut nyawa. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini