Konsultan Donald Trump Disebut Nonton Debat Capres, Ini Kata KPU

Sabtu, 19 Januari 2019 13:03 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Konsultan Donald Trump Disebut Nonton Debat Capres, Ini Kata KPU Debat pasangan Capres. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Foto seorang bule tengah nonton di arena debat Capres perdana yang digelar di Hotel Bidakara, Kamis 17 Januari lalu mendadak viral. Bule berjas itu disebut konsultan politik, Prabowo-Sandi, Rob Allyn asal Amerika.

Namun BPN Prabowo-Sandi membantah tegas. Bule itu disebut duduk di barisan tamu undangan KPU.

Lalu apa kata KPU?

Komisioner KPU Evi Novida Malik Ginting mengakui pihaknya mengundang WN asing. Namun, dia memastikan tamu asing merupakan duta besar negara sahabat.

Untuk orang asing kami hanya mengundang duta besar. Di luar itu tidak, jelas Evi saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (19/1).

Evi tak menjelaskan lebih dalam terkait siapa sosok foto bule yang beredar disebut Rob Allyn yang juga merupakan konsultan politik Presiden Amerika Donald Trump itu.

Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Habiburokhman menegaskan, bule tersebut bukan duduk di barisan pendukungnya. Dia meyakini, bule itu adalah tamu undangan dari KPU.

"Bukanlah, itu kalau dari foto orang berseragam batik di sekitarnya sepertinya dia duduk di barisan tengah yang merupakan undangannnya KPU. Kalau pendukung 02 duduk di belakang paslon dan di barisan kiri dengan seragam mayoritas biru muda," tegas Habiburokhman kepada merdeka.com, Jumat (18/1).

Senada, juru Debat Prabowo-Sandi, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan, bule tersebut berada di duduk barisan tamu KPU. Dia pun menegaskan, Prabowo-Sandi tak menggunakan jasa konsultan politik dari luar negeri.

"Enak saja, konsultan politiknya ya kita-kita lah, masa orang Amerika," jelas Dasco.

Dia meyakini sekali lagi, bule tersebut undangan dari KPU. Bukan dari Prabowo-Sandi ataupun lawannya Jokowi-Ma'ruf.

Menurut dia, Prabowo-Sandi latihan persiapan debat oleh tim internal dan para pakar serta profesional dari Indonesia. Bukan melibatkan konsultan politik asing.

"Capek-Capek, simulasi, bikin materi, itu namanya meremehkan kemampuan anak bangsa," tegas Dasco. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini