Kongres diisukan digeser ke Surabaya, Pasek sebut SBY paranoid

Jumat, 6 Maret 2015 15:06 Reporter : Gede Nadi Jaya
Kongres diisukan digeser ke Surabaya, Pasek sebut SBY paranoid SBY hadiri rapat pleno Partai Demokrat. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Kongres III Partai Demokrat dikabarkan akan dibawa ke kota Pahlawan, Surabaya tidak lagi di Bali. Hal ini pun disentil kader Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika yang menyebut saat ini Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tengah dalam situasi ketakutan luar biasa alias paranoid.

Hal itu lantaran pemindahan Kongres III Partai Demokrat yang dari awalnya akan digelar di Bali ternyata lebih condong dilaksanakan di Surabaya.

"Memang belum putusan, tetapi sudah ada kepastian bahwa tempat dilaksanakan di Surabaya. Di Bali hanya Rakor wilayah timur saja, kongresnya di Surabaya. Ini sepertinya parno (paranoid) pengurus DPP gelar kongres III di Bali," ujar Pasek di Denpasar, Jumat (6/3).

Kendati begitu, Pasek mengaku tak mempersoalkan lokasi kongres. Yang terpenting baginya adalah sesuai dengan mekanisme dan aturan partai.

"Di mana saja kongresnya tidak masalah, yang penting peserta kongres adalah pemilik suara yang sah. Jangan main Plt-plt, kemudian orang yang dipilih adalah orang yang pro (SBY). Dari pada begitu, mending tidak usah kongres," tantangnya.

Dirinya berharap kongres nanti bisa mencontoh acara PAN di Bali. "Jika bisa seperti Kongres PAN, ada kompetisi, kan menarik. Ada dinamika yang enak ditonton," tegas Pasek.

Pasek menyayangkan situasi dan kondisi Partai Demokrat yang menurutnya sangat tidak sehat dalam kehidupan sebuah partai. "Saat ini harus aklamasi, harus muncul satu figur, tidak boleh berbeda, diciptakan ketakutan politik, dan sebagainya. Ini kan tidak sehat bagi sebuah partai politik," tandas Pasek. [hhw]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini