Komunikasi dengan Emil Tersumbat, Pimpinan Parpol Jabar Sepakat Perkuat Fungsi DPRD

Kamis, 15 Agustus 2019 15:11 Reporter : Aksara Bebey
Komunikasi dengan Emil Tersumbat, Pimpinan Parpol Jabar Sepakat Perkuat Fungsi DPRD pimpinan parpol di jabar. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Sejumlah pimpinan partai politik di Jabar sepakat memperkuat kelembagaan DPRD Jabar. Selain membahas isu strategis dan pengawasan, mereka ingin komunikasi dengan Gubernur Ridwan Kamil tidak lagi tersumbat.

Pertemuan yang berlangsung tiga jam di Kantor DPW PKB Jabar itu di hadiri oleh beberapa pimpinan dari partai yang hadir, di antaranya PDIP, Gerindra, PKS, Demokrat, PPP, Nasdem, PAN dan Nasdem.

Usai pertemuan, Ketua DPW PKB Jabar, Syaiful Huda mengatakan semua partai pemenang kursi di DPRD Jabar sudah memiliki visi yang sama dalam menjalankan fungsi lima tahun ke depan.

"Ini murni forum partai pasca pemilu, mereka ingin kumpul ya kita fasilitasi forum ini. Tadi disepakati memang akan dilakukan penguatan kelembagaan DPRD, baik fungsi legislasi, pengawasan maupun budgeting," kata dia.

Ia mengakui banyak masukan yang disampaikan dari partai politik kepada dirinya yang notabene sebagai pengusung Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar. Salah satunya menyangkut pentingnya sinergi antara masyarakat, parpol dan pihak pemerintah daerah.

"Masukan memang banyak cuman belum kami sampaikan sekarang, kita akan sampaikan dulu kepada pak gubernur termasuk soal masukan. Semoga ini bisa dipahami oleh kang Emil (Ridwan Kamil) untuk Jabar lebih baik," terang dia.

"Jabar yang besar tidak bisa diurus satu dua orang. Poinnya itu," dia melanjutkan.

Wakil Ketua DPD Gerindra Jabar Buky Wibawa mengaku sepakat dengan komitmen penguatan DPRD Jabar untuk peningkatan kualitas anggota legislatif. Dengan demikian, pihak eksekutif pun bisa mengakomodasi program dari partai yang bukan pendukung.

Meski demikian, wakil Gerindra yang ada di DPRD Jabar tetap mengedepankan kritik kepada kinerja pemerintah Provinsi Jabar dengan berbagai indikator, salah satunya indeks pembangunan manusia.

"Akan lebih baik jika dia mensinkronkan program dari partai pendukung dan tidak mendukung. Kami tetap mengedepankan kritiik analisis dilakukan secara progresif berpatokan dengan IPM. Intinya, penduduk yang hampir 50 juta jiwa ini mau diapain," kata Buky.

Sementara itu, Ketua DPW PKS, Ahmad Syaikhu berpendapat, saat ini sudah tidak relevan membahas urusan Pilgub Jabar dalam pemerintahan. Seorang gubernur perlu menyerap aspirasi dari berbagai masyarakat yang dinaunginya, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung.

"Kalau seandainya yang tidak mendukung sulit menyalurkan aspirasi, maka ada sumbatan. Ini akan merugikan," kata dia.

Syaikhu memandang ada beberapa hal yang membuat komunikasi sumbatan, meski ia tidak menyebutnya secara spesifik. Namun yang pasti hal itu harus diperbaiki oleh Ridwan Kamil.

"Yang memberikan dukungan kepada beliau (Ridwan Kamil) kan 32 persen, selebihnya (bisa dikatakan) ga mendukung," tegasnya.

"Ada beberapa hal yang ada sumbatan (komunikasi) yang harus diperbaiki oleh kang Emil dan partai-partai. (Belakangan) beliau menyatakan akan berkomunikasi. Ini patut diapresiasi. Kedepannya saya harap kang Emil bisa lebih mudah berkomunikasi," pungkasnya.

Seperti diketahui, total 10 partai yang mendapat jatah kursi di DPRD Jabar periode 2019-2024. Gerindra, PKS, Golkar, PDIP dan PKB berhak atas kursi pimpinan. Namun, hanya PKB yang merupakan parpol pengusung Ridwan Kamil - Uu Ruzhanul Ulum di Pilgub Jabar. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Ridwan Kamil
  2. Bandung
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini