Koalisi PDIP-Golkar gagal, poros ketiga masih mungkin terjadi?

Senin, 19 Mei 2014 02:43 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Koalisi PDIP-Golkar gagal, poros ketiga masih mungkin terjadi? ical berkunjung ke rumah mega. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Koalisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Golkar sepertinya gagal setelah pertemuan kedua ketua umum partai tidak menghasilkan kesepakatan apa-apa. Pertemuan di rumah Megawati Soekarnoputri semalam pun hanya diisi penyampaian hasil Rapimnas Golkar oleh Aburizal Bakrie ( Ical ).

"Tidak ada kesepakatan apa-apa, tidak ada deal apa-apa," kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo setelah menemani Megawati, Minggu (18/5).

Namun demikian, kata Tjahjo, jika ingin mengetahui sikap Golkar, "Silakan tanya sendiri."

Jika yang dilobi Ical adalah posisi bakal cawapres, penolakan yang sama tentu akan terjadi jika ketua umum Partai Golkar itu merapat ke poros Prabowo Subianto . Sebab, poros ini kemungkinan besar akan mengumumkan Hatta Rajasa dalam beberapa jam ke depan.

Jika tidak mau suara Golkar sia-sia, pembentukan poros ketiga adalah jawabannya. Toh, keputusan Partai Demokrat menjadi oposisi belum definitif sampai Ketua Umum SBY menyampaikannya paling lambat pada 20 Mei mendatang. Terlebih, masih ada beberapa kader partai mercy yang ngotot membentuk poros baru, ketimbang beroposisi.

"Kita coba cari peluang sebelum langkah final diputuskan oleh Majelis Tinggi," kata Wasekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Nurpati mengatakan, kalau pun tidak ikut mengusung Jokowi maupun Prabowo Subianto tapi bukan berarti Demokrat tidak bersikap.

"Kami lebih setuju membentuk poros baru. Itu opsi satu-satunya selama masih ada parpol lain yang belum deal. Masih bisa digoyang-goyang lah," ucap Andi sembari menambahkan SBY menekankan tetap akan mengumumkan pada 20 Mei.

"Demokrat tidak masalah kalau tidak usung capres. Tapi ada 30 persen kader yang minta poros baru lalu 53 persen kader minta menjadi oposan dan sisanya masih dirahasiakan sikapnya," kata dia. [ren]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini