Koalisi Jokowi bakal umumkan cawapres menunggu koalisi Gerindra cs

Senin, 9 Juli 2018 13:46 Reporter : Ahda Bayhaqi
Koalisi Jokowi bakal umumkan cawapres menunggu koalisi Gerindra cs Ketum PPP Romahurmuziy. ©2018 Merdeka.com/Nuryandi

Merdeka.com - Ketua Umum PPP, Romahurmuziy, mengatakan pengumuman terkait cawapres pendamping Joko Widodo (Jokowi) akan dilaksanakan mendekati waktu akhir pendaftaran. Mereka menunggu pihak lawan yang dimotori Gerindra, untuk mengumumkan pasangan calon dan formasi koalisinya.

"Keputusan apapun yang nanti kita sepakati itu nanti diumumkan last minute sebagai sebuah bagian respons kita menunggu sebelah siapa yang dicalonkan dan formasi koalisi seperti apa," kata Romy di kantor DPP PPP, Senin (9/7).

Romy mengatakan, untuk koalisi pendukung sendiri sudah diinformasikan terkait 10 nama yang dikantongi Jokowi. Mantan gubernur Jakarta itu telah meminta pendapat terkait nama itu kepada ketua umum partai. Keputusan final bakal diambil dalam pertemuan dengan para ketua umum partai koalisi.

"Tentu sebagai pertemuan untuk memastikan dua hal pertama formasi final koalisi partai apakah lima ini atau maish akan bertambah lagi dan yang kedua siapa yang akan mendampingi pak Jokowi itu tentu tidak cukup hanya satu kali pertemuan, mungkin akan terjadi dalam beberapa kali pertemuan," kata dia.

Romy menjelaskan kalaupun keputusan sudah muncul, tidak akan dibeberkan sampai waktu pendaftaran Agustus mendatang. Adapun alasannya, menurut Romy menunggu sikap koalisi lawan.

"Sekarang dari pihak sebelah masih terlihat kebingungan untuk menentukan formasi final koalisinya. Karena dari partai yang ada kita tahu persis Gerindra menghendaki Prabowo-Anies sementara PKS yang jadi sekutu tertulisnya Gerindra, menghendaki Anies-Aher sehingga inikan tidak ketemu," jelasnya.

Dia melihat dari dinamika politik yang terjadi di kubu lawan belum juga ada keputusan final. Belakangan Anies Baswedan tengah melakukan gerilya untuk maju sebagai capres atau cawapres. Demokrat pun bermanuver dengan memunculkan Jusuf Kalla-Agus Harimurti Yudhoyono, meski telah dibantah wakil presiden RI itu. PAN yang disebut bakal berkoalisi dengan Gerindra, juga mendorong Ketua Umumnya Zulkifli Hasan.

"Memang masih sangat cair peta di sana karena masing-masing parpol yang belum menentukan sikap punya champion-championnya untuk bisa dijadikan sebagai capres atau cawapres," jelasnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini