Khofifah harus mundur dari menteri tapi Airlangga tidak, ini penjelasan JK

Selasa, 9 Januari 2018 15:36 Reporter : Supriatin
Wawancara khusus Wapres Jusuf Kalla. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Wakil presiden Jusuf Kalla (JK) membandingkan kegiatan sebagai calon gubernur dan ketua umum partai politik. Menurut dia, jadi calon gubernur lebih sibuk ketimbang ketua umum partai.

JK mengomentari ini terkiat beda perlakuan antara Khofifah Indar Parawansa yang harus mundur dari menteri karena jadi calon gubernur Jatim. Tapi, tidak untuk Airlangga yang rangkap jabatan jadi Menteri Perindustrian dan Ketua Umum Partai Golkar.

JK mengatakan, letak geografis yang membuat keduanya tak bisa diberi kesempatan yang sama.

"Kalau (Khofifah) menjadi calon maka dia harus berada di Surabaya, Jatim keliling-keliling. Tapi kalau Ketua Golkar kan tetap di Jakarta, itu beda geografisnya," jelas JK di kantornya, usai melakukan pertemuan dengan Khofifah, Selasa (9/1).

Selain karena letak geografis, menurut JK, tingkat kesibukan calon gubernur dan ketum Golkar juga berbeda. Calon Gubernur lebih sibuk daripada ketum partai.

"Kalau calon di Pilkada kan jauh lebih sibuk, kalau Ketua Golkar sepengalaman saya urusannya malam-malam, jadi tidak menganggu waktu kerja. Tapi kalau calon (gubernur) harus keliling ke mana-mana, mana mungkin bekerja sebagai menteri. Dua-duanya bisa gagal, gagal laksanakan tugas kementerian dan gagal menjadi calon, makanya musti ada satu pilihan," ujar JK. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini