Ketum PAN Soal Kursi Pimpinan DPR: Harus Ada Persetujuan Taufik Kurniawan

Rabu, 20 Februari 2019 16:36 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Ketum PAN Soal Kursi Pimpinan DPR: Harus Ada Persetujuan Taufik Kurniawan Taufik Kurniawan diperiksa KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Partai Amanat Nasional (PAN) masih menunggu persetujuan Wakil Ketua DPR RI non-aktif Taufik Kurniawan untuk bersedia digantikan dari kursi pimpinan DPR RI. Taufik telah ditetapkan sebagai tersangka kasus suap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Itu harus ada persetujuan dari Taufik, saya udah minta waktu beberapa kali belum bisa jumpa. Karena kalau tidak disetujui oleh bersangkutan nanti kayak PKS gak kelar-kelar. Kan malu saya, udah bikin surat gak diganti-ganti," ujar Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, di Jalan Daksa I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/2).

Zulhas, sapaan akrabnya, mengaku dia dan jajaran PAN sulit untuk menemui Taufik di balik rumah tahanan KPK. Saat ini hanya pihak keluarga dan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, yang lebih gampang menjenguk Taufik.

"Belum ketemu, kan kita kalau besuk itu yang bersangkutan harus mengizinkan kita. Kalau keluarga kapan saja dan Pak Amien itu sebagai orang tua angkat sudah dua kali dan tiga kali. Saya bukan orang tua angkat jadi perlu waktu," ungkapnya.

Sebelumnya, Zulhas mengatakan mengirim surat pengganti Taufik Kurniawan dari kursi Wakil Ketua DPR RI. Taufik kini mendekam di Rutan KPK karena terbelit kasus suap.

"Sudah nanti hari Senin (3 Desember 2018) surat (pengganti Taufik Kurniawan) sudah masuk. Masuk ke DPR," ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 27 November 2018.

Adapun kandidat pengganti Taufik adalah Ketua Fraksi PAN di DPR RI Mulfachri Harahap dan Wakil Ketua Komisi I di DPR RI Hanafi Rais.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Taufik Kurniawan sebagai tersangka. Taufik diduga menerima Rp 3,65 miliar yang merupakan bagian dari komitmen fee 5 persen atas Dana Alokasi Khusus (DAK) Kebumen yang disahkan sebesar Rp 93,37 miliar.

Taufik menerima suap tersebut dari Bupati nonaktif Kebumen Muhammad Yahya Fuad (MYF). Yahya sebelumnya sudah dijerat KPK dalam kasus suap DAK bersama delapan orang lainnya. [lia]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini