Ketum PAN soal dukung Prabowo atau Jokowi: Tunggu saja di rakernas

Sabtu, 4 Agustus 2018 13:31 Reporter : Yunita Amalia
Ketum PAN soal dukung Prabowo atau Jokowi: Tunggu saja di rakernas Zulkifli Hasan di Malang. ©2018 Merdeka.com/Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Pendaftaran calon Presiden dan Wakil Presiden sudah dibuka oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai hari ini hingga 10 Agustus mendatang. Namun hingga kini belum ada pasangan calon yang mendaftar ke KPU.

Kubu Jokowi dan Prabowo Subianto belum memastikan siapa yang bakal dijadikan cawapres. Terkait hal itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan enggan mengomentari apapun terkait dinamika politik saat ini.

Dia mengaku baru akan komentar saat pelaksanaan rapat kerja nasional (Rakernas) PAN, Senin (6/8) di Jakarta mendatang.

"Tunggu saja di rakernas," ujar Zulkifli usai menghadiri diskusi di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional, Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (4/8).

Disinggung mengenai koalisi pendukung Prabowo, Ketua MPR itu kembali enggan mengomentari nama ataupun arah politik yang akan diambil partainya. Pun saat disinggung masuknya nama Gatot Nurmantyo dalam radar PAN di bursa Pilpres.

"Ah radar? Ya semua radar masuk," ujar Zulkifli.

Tarik ulur nama cawapres makin ketat usai PAN mendapat surat dari Persaudaraan Alumni 212, Jumat (3/8) pagi. Surat itu berisi imbauan agar partai pendukung Prabowo Subianto mengikuti rekomendasi calon wakil presiden hasil ijtima ulama GNPF dan tokoh nasional.

Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno menegaskan, PAN sejak awal menghormati rekomendasi ijtima ulama dan tokoh nasional. Nama Salim dan Abdul Somad akan dipertimbangkan di internal PAN. Namun PAN tetap berharap Prabowo menggandeng Ketum Zulkifli Hasan sebagai cawapres.

"Kami dari awal itu kami menghormati putusan atau ijtima ulama tersebut. Kami jadikan bahan pertimbangan dan dan bahan renungan yang paling dalam," ujarnya.

PAN tidak bisa buru-buru menyetujui rekomendasi ijtima ulama. Sebab, partai memiliki mekanisme internal yakni Rakernas untuk memutuskan keputusan strategis seperti dukungan dan arah koalisi di Pilpres 2019.

Rencananya, Rakernas PAN akan digelar pada tanggal 6-7 Agustus 2018 mendatang. Rakernas itu akan membahas evaluasi mandat untuk mencalonkan Zulkifli sebagai capres atau cawapres dan sikap politik di Pilpres 2019.

"Dan itu bentuk konsiderasi kami ketika kami membahas agenda Pilpres 2019," tegas Eddy. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini