Ketum PAN: KIB Dibentuk untuk Ubah Wajah Politik Indonesia

Senin, 6 Juni 2022 10:09 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
Ketum PAN: KIB Dibentuk untuk Ubah Wajah Politik Indonesia Ketum PAN Zulkifli Hasan di Silatnas KIB. Bachtiaruddin

Merdeka.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan, partainya bersama Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) untuk mengubah wajah politik Indonesia. Menurutnya, KIB juga merupakan ikhtiar dan langkah konkret untuk mempersatukan, memajukan, dan memakmurkan Indonesia.

"Di Koalisi Indonesia Bersatu, yang dikedepankan adalah politik gagasan, politik yang mengarusutamakan ide dan nilai-nilai. Banyak persoalan besar yang bisa kita diskusikan bersama, seiring dunia yang terus berubah cepat," kata Zulkifli, dikutip Senin (6/6).

Dia membeberkan, KIB akan membahas beragam isu mulai dari persoalan perubahan iklim. Munculnya berbagai tantangan baru dalam dunia kesehatan dan gaya hidup.

"Lompatan-lompatan besar dalam bidang sains dan teknologi, berkembangnya ekonomi digital hingga ekonomi hijau. Semua itu harus mulai kita diskusikan bersama. Agar bangsa ini tidak ketinggalan di tengah kompetisi global yang kian ketat," sambungnya.

2 dari 2 halaman

Wakil Ketua MPR ini menegaskan, pihaknya percaya bahwa Pemilu 2024 harus dikerjakan dengan jalan politik yang lebih bermoral, tengahan, elegan. Zulkifli menyarankan, agar komunikasi antar semua elemen, antar partai politik, antar elit, harus dikerjakan dengan prinsip kesetaraan, saling merangkul, mengedepankan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi-pribadi dan golongan.

"Saya ingin memanggil dan mengajak semua elemen bangsa untuk bersatu. Mari kita mulai tradisi baru dalam berpolitik, kita kedepankan politik gagasan, politik nilai, politik etis. Kita rumuskan bersama arah Indonesia masa depan, kita temukan bersama nahkoda terbaik yang bisa membawa bangsa ini lebih maju," ujarnya.

KIB, kata dia, bersepakat pikiran dan jalan politik yang hanya mengedepankan persaingan dan kompetisi untuk saling meniadakan satu sama lain sejatinya bukan karakter bangsa Indonesia.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar semua pihak yang terlibat dalam Pilpres memiliki semangat menghindari polarisasi dan perpecahan di masyarakat.

"Masyarakat sudah bosan dengan narasi perpecahan dan provokasi, mereka mendambakan persatuan, agar energi bangsa bisa kita curahkan untuk pikiran-pikiran dan kerja nyata memajukan Indonesia. Inilah semangat yang mendasari bersatunya Partai Amanat Nasional, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan dalam Koalisi Indonesia Bersatu ini," katanya.

"Kami melihat bahwa politik semestinya menjadi jalan untuk mencapai kemaslahatan bersama, mewujudkan cita-cita kita berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945, bukan justru mengkotak-kotakkan antara kawan dan lawan, membenturkan kami melawan mereka, saling menyerang dan meniadakan satu sama lain," tambahnya.

Koalisi Indonesia Bersatu yang digagas tiga partai, Golkar, PPP dan PAN secara resmi menandatangani nota kesepahaman sebagai simbol terbentuknya koalisi, Sabtu (4/6). [rnd]

Baca juga:
Projo Hadir di Silatnas KIB, Sekjen PDIP Tak Khawatir Suara Pendukung Jokowi Pindah
Kesepakatan Ketum KIB Soal Kandidat Capres: Bertemu Siapapun Harus Lapor
Zulkifli Hasan Tegaskan KIB Koalisi Religius yang Ingin Akhiri Politik Identitas
Ketum PPP Tegaskan KIB Tidak Ingin Terjerat Populisme
Ketum Projo Hadir di Silahturahmi KIB, Airlangga: Akan Menjadi Chapter Sendiri

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini