Ketua RW di Panakkukang Makassar Mencoblos Dua Kali di Pemilu 2019

Selasa, 23 April 2019 10:56 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Ketua RW di Panakkukang Makassar Mencoblos Dua Kali di Pemilu 2019 rekapitulasi suara hasil pemilu tingkat kecamatan. ©2019 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Salah satu ketua RW di Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, Makassar akan diperiksa Bawaslu Makassar besok. Dia kedapatan bisa mencoblos dua kali di TPS berbeda saat pemilu, 17 April lalu.

"Diagendakan salah satu ketua RW ini besok kita minta klarifikasinya, surat panggilan telah dilayangkan. Jadi nanti setelah dia penuhi undangan klarifikasi baru kita bisa tahu apa motivasinya mencoblos dua kali itu," kata Koordinator Divisi Penindakan dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu Makassar, Sri Wahyuningsih yang dikonfirmasi pagi ini, Selasa, (23/4).

Info ketua RW ini kedapatan mencoblos dua kali kata Sri, berasal dari warga setempat. Tempat mencoblos sebenarnya ketua RW ini adalah di TPS 2 di Kelurahan Pandang itu. Setelah gunakan hak pilihnya di TPS itu, dia bergegas lagi ke TPS 6. Nanti selesai mencoblos di TPS 6 itu baru ada warga yang mengenalinya bahwa ketua RW itu TPSnya di TPS 6.

Warga ini melaporkan hal tersebut ke Pengawas TPS (PTPS) dan selanjutnya diproses. Kata Sri, oleh warga setempat menyampaikan jika ketua RW ini sangat kental keberpihakannya terhadap salah satu capres sehingga dugaan sementara bahwa dia sampai nekad mencoblos dua kali karena latar belakang dukungan itu.

"Karena temuan ada pemilih mencoblos dua kali inilah salah satu pemicu akan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 6 di Kelurahan Pandang itu, TPS yang terakhir digunakan ketua RW ini mencoblos," kata Sri Wahyuningsih.

Soal PSU di Makassar, rekomendasi Bawaslu ada di lima TPS dari 11 TPS yang berpotensi. Sisanya, masih menunggu hasil penilaian.

Komisioner KPU Makassar divisi teknis, Gunawan Mashar mengatakan, paling lambat PSU itu digelar 27 April mendatang. Tapi soal jumlah TPS yang harus PSU itu hingga hari ini belum diputuskan karena masih sementara pemantapan koordinasi.

"PSU ini dimaksudkan untuk memurnikan hasil pemilu," tandas Gunawan Mashar. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini