Ketua KPU Tegaskan Serius Usut Kasus Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Minggu, 14 April 2019 03:14 Reporter : Merdeka
Ketua KPU Tegaskan Serius Usut Kasus Surat Suara Tercoblos di Malaysia Panelis dan Moderator Tandatangani Pakta Integritas Debat Kedua Pilpres 2019. ©Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Ketua KPU Arief Budiman menegaskan, serius menyikapi kasus surat suara tercoblos di Malaysia. Dia telah mengirim tim bekerja sama dengan Bawaslu untuk menuntaskan kasus tersebut.

"KPU melihat persoalan ini sebagai persoalan yang serius. Dan itu ditunjukan sejak munculnya pertama kali di siang, atau saya terimanya sore hari, malam langsung kita rapat, kemudian malam pukul 8.30 WIB malam kita langsung koordinasi dengan Bawaslu, dan langsung kita putuskan mengirim tim berangkat subuh," jelas Ketua KPU Arief Budiman di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4).

Arief menekankan, KPU berkoordinasi dengan Bawaslu sejak Pukul 16.00 WIB sore. Lalu membuat konferensi pers bersama pada Pukul 20.30 WIB.

Arief membantah melihat kasus ini biasa saja. Dia menekankan, KPU sangat serius mengungkap kasus itu.

"Jadi berita itu tak terkendali di mana-mana, seolah-olah KPU tak serius menangani ini. KPU serius menangani ini, itu ditunjukan dengan bagaimana kita menindaklanjuti berita-berita yang sampai kepada kita," terang Arief.

Arief menjelaskan, maksud biasa saja dalam konferensi pers itu meminta masyarakat untuk tidak gaduh. Sebab, hal ini bisa terjadi dimana saja, dan KPU akan mengusut kasus tersebut.

"Saya berharap ini tak bergulir liar, kemudian tak ditafsir macam-macam. Karena di beberapa tempat sudah dimunculkan, saya tak mengatakan itu hoaks ya, tapi gambar-gambar pelintir itu seolah-olah KPU tak menindaklanjuti serius. Ini serius bagi kami. Itu ditunjukan dengan sikap dan tindakan yang diambil KPU," tutup dia. [rnd]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini