Ketika survei pakar sebut Megawati tak diminati pimpin PDIP lagi

Senin, 23 Maret 2015 09:02 Reporter : Didi Syafirdi
Ketika survei pakar sebut Megawati tak diminati pimpin PDIP lagi HUT PDIP. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Poltracking Indonesia melakukan survei pakar dan opinion leader untuk menyongsong Kongres IV PDI Perjuangan di Bali pada 8-12 April mendatang. Hasilnya, tiga nama yang merupakan keturunan Soekarno tidak direkomendasikan menjadi ketua umum PDI Perjuangan.

Ketiga nama tersebut adalah Puan Maharani, Prananda Prabowo dan Megawati Soekarnoputri. Dalam survei ada sembilan nama kader yang muncul, Ganjar Pranowo, Hasto Kristiyanto, Joko Widodo, Maruarar Sirait, Megawati Soekarnoputri, Pramono Anung, Prananda Prabowo, Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo. Ada 10 aspek penilaian dalam survei tersebut.

"Jokowi memimpin untuk semua penilaian, namun berbeda dalam kemampuan memimpin organisasi. Pramono Anung lebih tinggi karena pernah menjadi Sekjen PDI Perjuangan," tutur Direktur Eksekutif Poltracking Hanta Yuda.

Jumlah penilai dari riset ini adalah 200 pakar yang tersebar di Indonesia. Dalam survei ini Poltracking menggunakan metode uji kelayakan figur melalui tiga tingkatan penyaringan. Pertama dengan uji kelayakan kandidat, dilakukan melalui meta-analisis. Kedua dengan melakukan focus group discussion untuk menganalisis nama-nama kandidat. Terakhir, penilaian masing-masing figur terseleksi dilakukan oleh para pakar dan tokoh yang memiliki pengaruh opini di publik.

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Nasional IV PDI Perjuangan di Semarang akhir pekan lalu, Presiden terpilih periode 2014-2019 Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan Megawati Soekarnoputri menjadi ketua umum lagi. Megawati mengungkapkan siap kembali menjadi ketua umum PDI Perjuangan demi membantu Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Berikut hasil survei Poltracking Mega tak lagi diminati:

Baca Selanjutnya: Degenerasi jika PDIP dipimpin Mega...

Halaman

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Megawati
  3. PDIP
  4. Top List
  5. Survei
  6. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini