Kesemrawutan administrasi Pemilu 1955

Senin, 3 Februari 2014 07:46 Reporter : Chazizah Gusnita
Kesemrawutan administrasi Pemilu 1955 Ilustrasi Pemilu. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - 10 Tahun sudah Indonesia merdeka sejak tahun 1945. Meski masih terbilang muda, Indonesia sudah menggelar pesta demokrasi. Tak heran banyak kesemrawutan jelang digelarkan Pemilu pertama di tahun 1955.

"Bahwa dalam daftar calon tetap untuk Sumatera Tengah (F) masih terdapat bermacam-macam kesalahan. Kesalahan itu mengenai ejaan nama calon, calon yang telah menarik diri dan penambahan calon," kata Ketua PP Sumatera Tengah. Dt Maharadjo dalam harian Pikiran Rakjat terbitan 14 September 1955.

Menurut Maharadjo, dalam menuliskan nama calon harus sesuai isi peraturan yakni dituliskan terlebih dahulu nomor daftar, nomor calon dan barulah nama calon legislatif yang ikut Pemilu 1955.

"Kalau dalam hal itu nomor daftar dan nomor calon sudah cocok. Sedang ejaan nama sedikit bertukar tapi tidak jauh, seperti dari pertukaran satu huruf, dapat dimaafkan," ujar Maharadjo.

Sedangkan untuk perubahan calon, hal itu sepenuhnya urusan Panitia Pemilihan Indonesia (PPI) Sumatera Tengah adalah sebuah provinsi yang pernah tercatat sebagai salah satu provinsi di Indonesia. Provinsi ini sejak tahun 1957 sudah tidak tercatat sebagai provinsi Indonesia. Provinsi ini dibubarkan dengan UU Drt Nomor 19 Tahun 1957 dan dimekarkan menjadi provinsi Sumatera Barat, Riau, dan Jambi lewat UU Nomor 61 Tahun 1958 oleh pemerintahan Soekarno. [cza]

Topik berita Terkait:
  1. Pemilu 2014
  2. Pemilu 1955
  3. Sejarah Pemilu
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini