Kerap Sebut Potensi Kecurangan, Amien Rais Bantah Mau Delegitimasi Pemilu

Selasa, 9 April 2019 15:00 Reporter : Sania Mashabi
Kerap Sebut Potensi Kecurangan, Amien Rais Bantah Mau Delegitimasi Pemilu Amien Rais di Sleman. ©2018 Merdeka.com/Purnomo Edi

Merdeka.com - Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Amien Rais meminta proses penghitungan suara Pemilu 2019 berlangsung jujur dan adil. Hal itu dia katakan dalam acara diskusi bertemakan DPT Bermasalah: Pemilu 2019 Berpotensi Chaos! di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/4).

"Kita minta sekarang supaya hitungnya jurdil, ini sesuatu yang amat mudah. Berarti kalau tidak mau, berarti ada maksud-maksud misterius yang menambah kecurigaan kita," kata Ketua Dewan Kehormatan PAN itu.

Amien mengaku telah mengingatkan penyelenggara pemilu untuk berlaku jujur dan adil dalam pemilu. Dia juga mengaku sudah meminta agar data ganda yang telah disampaikan oleh BPN segera diperbaiki.

"Saya sudah mengingatkan berulang kali. Tetapi memang sering saya katakan, memang ada genderuwonya ada sontoloyonya. Jadi kalah istilah beliau-beliau ini, makanya ada yang mengusulkan 17 April nanti penghitungan di Senayan, atau di mana KPU, BPN, TKN, wartawan dalam luar negeri ikut," ungkapnya.

Dia membantah upayanya untuk meminta KPU berlaku jujur dan adil adalah bentuk deligitimasi. Dia mengaku hanya ingin Indonesia bangga dengan menyelenggarakan pemilu yang adil.

"Kita justru mengupayakan pemilu legitimate. Kia bukan mendelegitimize pemilu itu, tapi kita itu ingin legitimazing, supaya betul-betul bangsa ini agar bangsa merasa puas bangga sekaligus bersyukur," ucapnya.

Diketahui, acara diskusi ini dihadiri oleh Neno Warisman, Fadli Zon, hingga Fahri Hamzah. Para pendukung Prabowo-Sandi pun juga ikut memenuhi diskusi tentang daftar pemilih ini. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini