Kenapa PDIP Belum Disukai di Sumbar?

Kamis, 3 September 2020 11:12 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kenapa PDIP Belum Disukai di Sumbar? Rekomendasi Buku Ala Megawati. ©2020 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengakui bahwa PDIP kesulitan mendapatkan dukungan di Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, PDIP sulit mendapatkan calon pemimpin untuk menduduki jabatan kepala daerah di Sumatera Barat.

Pengamat Politik Ujang Komaruddin menilai, sulitnya PDIP mengambil hati rakyat Sumatera Barat karena daerah yang agamis. Sementara, PDIP terkesan sebagai partai nasionalis yang tidak terlalu ramah dengan Islam.

"PDIP itu dikesankan atau terkesan partai nasionalis yang tak terlalu ramah dengan Islam. Jadi wajar saja, jika masyarakat dan tokoh Sumbar tak simpati pada PDIP," ujar Ujang kepada wartawan, Kamis (3/9).

Ujang mengatakan, secara historis, banyak tokoh Sumatera Barat dekat dengan Bung Karno. Tetapi, seiring berjalan waktu, masyarakat Sumbar yang kritis dan agamis sulit menerima PDIP karena dianggap kurang ramah terhadap Islam.

Menurutnya, hal ini tidak ada hubungan dengan sentimen terhadap Presiden Joko Widodo.

Ujang menilai, seharusnya PDIP menonjolkan wajah religius partai agar masyarakat Sumbar bisa menerima. Misalnya, dengan sayap partai Baitul Muslimin.

"Tapi itu tidak cukup. Harus secara khusus PDIP membuktikan diri bahwa PDIP ramah terhadap Islam dan tokoh-tokoh Islam," kata dia.

Baca Selanjutnya: Megawati Bingung...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini