KawalPemilu Simulasi Prabowo-Sandi Menang 54,24%, Begini Cara Hitungnya

Kamis, 16 Mei 2019 14:34 Reporter : Randy Ferdi Firdaus
KawalPemilu Simulasi Prabowo-Sandi Menang 54,24%, Begini Cara Hitungnya Prabowo-Sandi ungkap fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019. ©2019 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Kubu Prabowo-Sandiaga mengeluarkan data internal yang dimiliki melalui formulir C1 yang dikumpulkan. Hasilnya, Prabowo-Sandi memperoleh 54,24 persen, sementara Jokowi-Ma'ruf 44,14 persen.

Hasil tersebut berdasarkan perhitungan data C1 dari 444.976 TPS atau 54,91 persen. Prabowo-Sandi kumpulkan 48.657.483 suara, Jokowi-Ma'ruf 39.599.832 suara.

Inisiator KawalPemilu.org, Ainun Nadjib mengkritisi data yang dikeluarkan oleh koalisi Adil dan Makmur tersebut. Dalam simulasi yang ia lakukan, Prabowo sangat mungkin menang 54 persen, tapi dengan catatan, ada beberapa data sampel TPS yang tidak dimasukkan.

Misalnya saja di Jawa Tengah, Bali dan NTT. Di tiga provinsi tersebut, Jokowi-Ma'ruf menang besar. Dengan demikian, Prabowo-Sandi bisa memperoleh kemenangan sebesar 54 persen.

"Prabowo bisa menang 54% dengan data < 500 ribu TPS kalau pilah-pilih TPSnya, bisa dicoba pakai data http://KawalPemilu.org misalnya ini pilah-pilih tidak pake TPS Jawa Tengah, Bali, NTT dan hanya pakai Kabupaten yang Prabowo tinggi suaranya di Jawa Timur. Simulasi oleh @septian," tulis Ainun Nadjib dalam Twitternya, dikutip merdeka.com, Kamis (16/5).

Ainun juga memberikan sampel penghitungan Prabowo-Sandi menang 54 persen. Dalam simulasi itu, data C1 yang dihitung, tidak menggunakan sampel TPS yang berada di Jateng, NTT dan Bali.

Dengan data itu, Prabowo-Sandi unggul 47.432.566 suara (54,24%), sementara Jokowi-Ma'ruf tertinggal dengan 40.010.698 suara (45,76%). Total suara masuk yakni 87.443.264 suara, berasal dari 440.380 TPS.

2019 Merdeka.com/kawalpemilu.org

Sementara untuk hasil penghitungan kawalpemilu keseluruhan, hingga Pukul 14.23 WIB hari ini, Jokowi-Ma'ruf masih unggul dengan perolehan 71.053.574 suara atau 55,73%. Prabowo-Sandiaga tertinggal dengan 56.450.831 atau 44,27%. Suara masuk telah mencapai 83,1 persen.

Kawal Pemilu bukan kali ini saja melakukan penghitungan form C1. Pada Pemilu 2014 lalu, bahkan hasil hitung KawalPemilu hanya selisih 0,14 persen dengan hasil real count KPU.

Kawal Pemilu adalah proyek urun daya (crowdsourcing) netizen pro data Indonesia yang didirikan tahun 2014 untuk menjaga suara rakyat di Pemilihan Umum melalui penggunaan teknologi untuk melakukan real count secara cepat dan akurat.

Pada Pemilu 2019, KawalPemilu.org merupakan mitra dari Netgrit (Network for Democracy and Electoral Integrity) dalam gerakan KawalPemilu - Jaga Suara 2019. Kemitraan ini resmi terakreditasi oleh Bawalsu RI. Selain dari kemitraan ini, situs KawalPemilu.org tidak terafiliasi dengan pihak manapun.

Hasil Quick Count Jokowi-Ma'ruf Unggul

Setelah proses pencoblosan selesai 17 April lalu, sejumlah lembaga survei merilis hasil quick count atau hitung cepat. Dalam hitung cepat tiga lembaga survei pasangan Joko Widodo- Ma'ruf Amin unggul dari Prabowo Subianto- Sandiaga Uno.

Indo Baro Meter

Jokowi-Ma'ruf: 54,32 persen
Prabowo-Sandi: 45,68 persen
Surat suara masuk: 99,67 persen

Litbang Kompas

Jokowi-Ma'ruf: 54,52 persen
Prabowo-Sandi: 45,48 persen
Surat suara masuk: 97,00 persen

Poltracking Institute

Jokowi-Ma'ruf: 55,21 persen
Prabowo-Sandi: 44,79 persen
Surat suara masuk: 97,30 persen

Quick count lembaga-lembaga survei bukanlah hasil final Pemilu 2019, baik untuk pemilihan presiden maupun legislatif. Hasil resmi akan dikeluarkan oleh KPU sebagai penyelenggara Pemilu yang menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Hitungan di KPU Masih Berlangsung

Saat ini proses penghitungan resmi masih dilakukan oleh KPU. Rekapitulasi dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan ke kabupaten, provinsi, hingga ke nasional.

Tahapan penghitungan dan rekapitulasi suara tertuang dalam PKPU Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan KPU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019. Proses ini dimulai dari tingkat TPS.

17 April-18 April 2019

Setelah tempat pemungutan suara (TPS) ditutup, penghitungan dimulai. Di sini masing-masing saksi dari dua calon atau partai akan ikut menyaksikan proses penghitungan.

Setelah itu dibuat berita acara, hasil penghitungan dan alat kelengkapan TPS diserahkan ke Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK). Di seluruh Indonesia, terdapat total 809.563 TPS.

18 April sampai 5 Mei 2019

Setelah selesai di tingkat kecamatan akan diserahkan ke KPU kabupaten/kota.

20 April-8 Mei 2019

Selesai di tingkat KPU kabupaten/kota, hasil rekapitulasi diserahkan ke KPU provinsi.

22 April hingga 12 Mei

Proses penghitungan suara dilakukan di tingkat provinsi sebelum diserahkan ke KPU Pusat.

25 April-22 Mei 2019

Setelah menerima rekapitulasi dari provinsi, KPU pusat akan mempublikasikan suara sah secara nasional. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini