Kasus Nonton Video Porno, Anggota DPR Harvey Malaiholo Dipanggil MKD Besok

Rabu, 18 Mei 2022 12:43 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Kasus Nonton Video Porno, Anggota DPR Harvey Malaiholo Dipanggil MKD Besok Rapat paripurna DPR pembukaan masa sidang V. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) bakal memanggil anggota DPR Harvey Malaiholo terkait perkara nonton film porno saat rapat. MKD juga memanggil pengadu kasus Harvey pada besok Kamis (19/5).

"Jadwalnya kalau gak salah besok Kamis 19 Mei 2022, jadi para pengadu dan teradu dipanggil," kata Wakil Ketua MKD Habiburokhman lewat pesan kepada wartawan, Rabu (18/5).

Habib menyebut, MKD akan memproses belasan perkara lainnya. Termasuk meminta klarifikasi terhadap Harvey.

"Kemarin rapat internal sudah dilaksanakan secara hybrid memutuskan ada belasan perkara termasuk saudara HM yang akan dilakukan pemanggilan klarifikasi," kata dia.

MKD memastikan akan memproses semua pengaduan yang ada. Pengaduan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Intinya kami perlu sampaikan bahwa semua pengaduan yang masuk akan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," pungkas politisi Gerindra itu.

2 dari 2 halaman

Tak Dapat Sanksi Partai

Sebelumnya, Fraksi PDI Perjuangan tidak memberikan sanksi kepada anggotanya yang tertangkap kamera menonton video porno ketika rapat Panja Vaksin Komisi IX DPR RI. Sekretaris Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto mengatakan, anggotanya itu tidak sengaja.

Ketika memberikan klarifikasi kepada PDIP, anggota Komisi IX dari partai banteng itu menangis. Mengaku tidak pernah menonton video porno saat rapat.

"Kan kasihan dia yang bersangkutan sampai nangis. Sampai nangis. 'Saya enggak pernah selama ini' kok ada yang foto," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/4).

Fraksi PDIP DPR RI tidak memberikan sanksi kepada anggotanya yang menonton bokep tersebut. Apalagi menurut Bambang, anggotanya tersebut dijebak.

"Sanksi itu opo? Ini proses opo? Kalau yang diceritakan tadi seperti yang bersangkutan kayak begitu kamu tega beri sanksi? Yang bener saja. Kita ini high profile pejabat tinggi negara. Hati-hati lah kepada seluruh teman-teman, hati-hati. Begitu kita kena sedikit kayak gini-gini aja luar biasa," ujar Ketua Komisi III DPR RI ini.

PDIP merasa tidak perlu melaporkan ke polisi terhadap pihak-pihak yang menjebak anggotanya tersebut.

"No no melaporkan ke polisi? Gak usah lah. Sesama anak bangsa ini bagaimana memperbaiki peradaban. Dikau sebagai sesama profesi apapun mari kita perbaiki peradaban anak bangsa. Karena sesungguhnya etika di atas hukum," ujar Bambang.

[rnd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini