Karpet merah sambut kedatangan Sekjen partai komunis Vietnam di Gedung DPR

Selasa, 22 Agustus 2017 13:36 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah
Karpet merah sambut kedatangan Sekjen partai komunis Vietnam di Gedung DPR karpet merah sambut kedatangan sekjen partai komunis Vietnam di gedung DPR. ©2017 Merdeka.com/raynaldo

Merdeka.com - Gedung Nusantara III DPR sudah terpasang karpet merah untuk menyambut kunjungan kehormatan Sekretaris Jenderal Partai Komunis dari Vietnam, H.E Nguyen Phun Trong bersama delegasinya. Karpet itu terpasang mulai dari pintu masuk Gedung Nusantara III hingga lift menuju ruang pimpinan.

Rencananya, Nguyen menggelar pertemuan dengan pimpinan MPR sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan Ketua DPR, Setya Novanto sekitar pukul 15.40 WIB. Kemudian bertemu dengan Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO) pada pukul 16.00 WIB.

"Saya mendengar ada penyambutan, sekjen partai komunis. Kalau dalam strukur partai komunis itu kan sekjen itu jabatan paling tinggi dan Vietnam itu masih negara single party, kaya China, partainya namanya partai komunis," kata Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/8).

Menurutnya, tak ada yang istimewa dengan acara penyambutan Nguyen dengan karpet merah tersebut. Pemasangan karpet merah ini merupakan bagian dari protokoler penerimaan tamu.

"Namanya dalam diplomasi kita bagian dari domain teknis penerimaan tamu," terangnya.

Fahri mengingatkan, semua pihak untuk tidak meributkan kedatangan Nguyen yang berasal dari Partai Komunis walaupun Indonesia menolak ideologi itu di Tanah Air. Sebab, kata dia, kedatangan Nguyen hanya untuk urusan diplomasi dan tidak ada hubungannya dengan ideologi mereka.

"Tapi karena dia tamu partai komunis tidak diterima, negara negaranya berdaulat ya harus kita terima," tambahnya.

Lebih lanjut, Fahri menegaskan, meski Indonesia menolak paham Komunis, namun tak bisa melarang negara lain mempercayakan ideologi tersebut.

"Kita sebagai bangsa sudah menolak ideologi itu. Tapi kita tidak bisa melarang negara lain untuk mempercayai itu. Itu pun kepercayaan terhadap komunisme pasar sudah tidak ada, contohnya Kuba," tutup Fahri. [rnd]

Topik berita Terkait:
  1. Vietnam
  2. DPR
  3. MPR
  4. DPD
  5. Jakarta
  6. Fahri Hamzah
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini