Hot Issue

Karpet Merah Prabowo Menuju Kursi Presiden?

Rabu, 30 November 2022 06:32 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah, Alma Fikhasari
Karpet Merah Prabowo Menuju Kursi Presiden? Prabowo dan Jokowi. ©2022 Merdeka.com/instagram.com/kemhanri

Merdeka.com - Prabowo Subianto menjadi tokoh politik sekaligus calon Presiden yang paling sering dipuji Presiden Jokowi. Dalam satu bulan terakhir, tercatat Jokowi melempar pujian terhadap mantan lawan politiknya di Pilpres 2019 itu dalam tiga kesempatan.

Bahkan, Jokowi tidak membantah bila pujian-pujian tersebut ditafsirkan sebagai sinyal dukungan ke Prabowo di Pilpres 2024.

Sinyal dukungan pertama diperlihatkan Jokowi dalam acara Indodefence Expo di Jakarta, Rabu (2/11). Jokowi ditanya siapa capres yang bakal direstui pada gelaran itu. Di samping Jokowi, ada Prabowo ikut mendampingi.

Jokowi menjawab sejak awal mendukung Prabowo. Meskipun tidak jelas maksud dukungan tersebut mengarah ke Pilpres 2024 atau tugas-tugas kenegaraan.

"Sudah sejak awal. Kok restu-restu? Sejak awal saya sampaikan mendukung beliau," kata Jokowi saat itu.

Prabowo yang ingin meluruskan, menimpali Jokowi, "Ini (soal) pertahanan."

Kemudian, isyarat dukungan Jokowi ke Prabowo juga diungkapkan saat berpidato dalam HUT Perindo. Awalnya, Jokowi menyampaikan kans Prabowo di Pilpres 2024.

"Dua kali di pilpres juga menang. Mohon maaf, Pak Prabowo. Kelihatannya setelah ini jatahnya Pak Prabowo," kata Jokowi.

Ditemui awak media usai acara Perindo, Jokowi mempersilakan bila ucapannya itu diartikan sebagai sinyal dukungan. Sebab, jatah kemenangan Pilpres 2024 memang bisa jadi untuk Prabowo.

"Ya diartikan sinyal boleh, tapi kan saya ngomongnya juga tidak apa-apa lah," kata Jokowi.

Sang kepala negara kembali memberikan kode-kode dukungan. Kali ini ketika berbicara di depan ribuan relawannya dalam acara Nusantara Bersatu, Sabtu (26/11). Jokowi mengungkapkan ciri-ciri pemimpin yang memikirkan rakyat terlihat dari banyak kerutan di wajahnya dan berambut putih.

Ucapan Jokowi ini menjadi ramai. Publik dan partai politik menduga-duga siapa sosok pemimpin yang dimaksud Jokowi.

Saat kunjungan kerja ke Surabaya, Jokowi akhirnya membocorkan sosok pemimpin berambut putih tersebut. Sosok itu salah satunya adalah Prabowo Subianto.

Jokowi menyebut, bahwa wajah Ketum Gerindra itu memiliki kerutan. Selain itu, Prabowo memiliki sebagian rambut putih.

"Sudah saya cek ke Pak Prabowo apakah beliau memiliki kerutan di wajahnya ternyata punya kerutan wajahnya ada kemudian saya cek rambutnya ternyata juga ada putihnya," kata Jokowi

"Sebagian (rambutnya) ada putihnya, artinya seperti yang saya sampaikan itu," sambungnya.

2 dari 4 halaman

Kepala BIN Tangkap Pesan Jokowi

Makna ucapan Jokowi soal calon pemimpin berambut putih yang mengarah ke Prabowo juga diamini oleh Kepala BIN Budi Gunawan. Budi menangkap pesan Jokowi itu memang identik dengan Prabowo Subianto.

Budi melihat Prabowo yang belakangan ini semakin dekat dengan Jokowi. Dia pun menyimak pesan dari kedekatan itu.

"Kami semua menyimak bapak, bahwa belakangan ini Pak Menhan Pak Prabowo semakin sering terlihat dekat dengan Pak Presiden, Pak Jokowi," kata Budi saat menyampaikan laporan peresmian Asrama Mahasiswa Nusantara Surabaya seperti dilihat di akun YouTube Sekretariat Presiden, Selasa (29/11).

"Kita semua menangkap pesan, pesan dari Pak Jokowi tentang kerutan di dahi untuk menjadi ukuran kriteria, maka kami semua memperhatikan dari tadi kerutan tersebut 100 persen identik dengan Pak Prabowo saat ini," sambungnya.

Budi menilai, Prabowo hanya perlu menyesuaikan warna rambutnya. Sekaligus mendoakan jalan ketum Gerindra itu ke depannya sukses.

"Tinggal warna rambut saja perlu penyesuaian bapak, kita doakan semoga beliau mendapat jalan yang baik, tuah kebaikan dari Pak Jokowi untuk jalan cemerlang lagi ke depan," ucap Budi.

3 dari 4 halaman

Karpet Merah untuk Prabowo

Pengamat Politik Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai, sinyal-sinyal yang disampaikan Jokowi jelas arahnya mendukung Prabowo Subianto sebagai capres 2024. Menurutnya, wajar jika Jokowi secara terang-terangan mendukung Prabowo untuk menjadi presiden di 2024, karena dianggap dapat memberikan keuntungan terhadap Jokowi.

Terlebih, dalam melanjutkan program kerja dan pembangunan yang dijalankan oleh Jokowi selama memimpin 2 periode.

Dukungan itupun, kata Herry, dapat dikatakan sebagai 'karpet merah' bagi Prabowo untuk menuju presiden 2024.

"Ya bisa (sinyal karpet merah), sepanjang ini menguntungkan Jokowi juga. Ini kan soal keberlangsungan kepemimpinan Jokowi termasuk dukungannya ke prabowo," kata Herry, saat dihubungi merdeka.com, Selasa (29/11).

Pujian-pujian tersebut disampaikan Jokowi karena menganggap Prabowo memiliki loyalitas tinggi selama berada di Kabinet Indonesia Maju. Sehingga, pada posisi sekarang, Prabowo dinilai memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan capres lainnya.

"Sangat mungkin Prabowo memang mendapat atensi khusus soal pencapresan 2024. Satu hal yang jelas Prabowo termasuk sosok yang sering dipuji Jokowi dan pemerintah karena loyalitas dan totalitasnya yang luar biasa selama ini," kata pengamat politik Adi Prayitno.

4 dari 4 halaman

Modal Prabowo

Adi menilai, Prabowo punya modal besar untuk melaju mulus ke Pilpres 2024. Di antaranya, jabatan Ketum Partai Gerindra, elektabilitas moncer dan punya jabatan di pemerintahan.

"Tentu ini modal besar bagi Prabowo yang bisa banyak jadi pertimbangan elit negara usung prabowo," sambungnya.

Sementara itu, Pengamat Politik Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin memiliki pandangan berbeda. Dia menilai dukungan Jokowi terhadap Prabowo hanya fiksi semata. Dia mengibaratkan sosok politikus seperti dewa janus yang memiliki dua muka.

Sehingga pujian atau dukungan yang disampaikan Jokowi terhadap Prabowo tak bisa diartikan sebagai dukungan tulus atau sinyal 'karpet merah' prabowo memimpin Indonesia di 2024 mendatang.

"Saling puji itu biasa saja, tapi soal diberi karpet merah belum tentu pujian di depan itu sesuai dengan kenyataan dibelakang layar. Jadi puji memuji itu untuk menyenangkan didepan panggung saja, di belakang layar kadang-kadang gebuk-gebukan," kata Ujang.

Dia pun menilai, pujian Jokowi belum dapat diartikan secara terang bahwa Prabowo mendapatkan dukungan dari Jokowi. Karena, saling puji antarsesama politikus menjadi hal yang biasa dilakukan di depan publik.

"Jangan-jangan itu prank, karena dipolitik suka begitu puja-puji jangan diartikan mendukung puja-puji jangan diartikan memberi karpet merah," imbuh Ujang.

[ray]

Baca juga:
Jokowi Ungkap Sosok Pemimpin Berambut Putih: Pak Prabowo
Kepala BIN Puji dan Doakan Prabowo, Gerindra Tak Mau Gede Rasa

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini