Kampanye Terbuka, Jokowi-Ma'ruf Ditargetkan Menang Tebal di Banten

Minggu, 24 Maret 2019 08:36 Reporter : Hari Ariyanti
Kampanye Terbuka, Jokowi-Ma'ruf Ditargetkan Menang Tebal di Banten Jokowi-Maruf Amin. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf akan menggelar kampanye terbuka atau rapat umum perdana di Serang, Banten, pada Minggu (23/3) sore. Dipilihnya Provinsi Banten sebagai lokasi perdana karena Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf ingin memperkuat suara dan basis dukungan untuk pasangan ini. Di samping itu, Banten merupakan daerah asal cawapres KH Ma'ruf Amin.

"Ingin memperkuat wilayah Banten yang merupakan asal dari KH Ma'ruf Amin dan dalam basis kultural daerah-daerah ini kita bersama dengan Golkar yang menguasai medan. Sehingga dengan bekerja sama dengan partai koalisi kami akan semakin optimis dengan memberikan sentuhan pertama ini Pak Jokowi dan Ma'ruf Amin akan menang tebal dan tentu saja diikuti oleh partai koalisi Indonesia Kerja lainnya," jelas Sekretaris TKN, Hasto Kristiyanto, di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu (23/3).

Di kampanye terbuka perdana ini, baik Jokowi dan Ma'ruf akan hadir bersamaan. Menurut Hasto, keduanya penting untuk tampil perdana dalam kampanye perdana ini, apalagi pasca debat cawapres pekan lalu yang dinilainya cukup mampu menjabarkan visi misi capresnya.

"Beliau menampilkan sosok yang mampu menjabarkan visi misi Pak Jokowi dengan bahasa-bahasa kekinian dan juga dengan ide yang brilian. Misalnya itu Opera House itu banyak ditangkap oleh kaum perempuan, anak-anak muda sehingga permintaan kampanye kepada KH Ma'ruf Amin pada kesempatan pertama ini begitu besar," jelas Sekjen PDIP ini.

Jokowi-Ma'ruf hanya akan datang bersama saat kampanye terbuka perdana ini dan di penutup nanti. Setelah kampanye terbuka perdana, Jokowi dan Ma'ruf akan memiliki agenda kampanye masing-masing.

"Tapi nanti akan diawali dengan gerak penutupan akan bersama lagi," ujarnya.

Pada Pilpres 2014, Jokowi kalah di Banten. Namun menurut Hasto, saat ini Banten tak bisa lagi dikatakan sebagai lumbung suara Prabowo. Ia mengklaim hal ini karena perhatian Jokowi kepada Banten cukup besar sejak menjabat sebagai presiden.

"Karena zaman sudah berubah, apalagi kepemimpinan Pak Jokowi memberikan perhatian meskipun dulu di Banten kita kalah. Tapi dengan pembangunan yang masih di Banten, rakyat melihat ini kepemimpinan yang mampu menyelesaikan masalah berbeda dengan Pak Prabowo, enam bulan dengan hoaks, dengan fitnah saja mereka hanya mampu menaikkan 4 persen," jelasnya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini